Breaking News:

Berita Nasional

Sebut Narkotika & Covid-19 Ancaman Serius Indonesia, Ma'ruf Amin: 'Libatkan Semua Unsur Masyarakat'

Ma'ruf mengatakan, penyebaran narkotika perlu perhatian khusus. Pasalnya, angka penyalahgunaan narkotika terus meningkat.

Editor:
kompas.com
Maruf Amin 

Lebih lanjut, Wapres pun mengapresiasi langkah BNN dan institusi lain dalam Program Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Salah satu capaian P4GN adalah menurunkan tren prevalensi penyalahgunaan narkoba 2,23 persen di 2011 menjadi 1,80 persen di tahun 2019.

Menurut dia, pemerintah pun berkomitmen untuk melanjutkan program pemberantasan narkotika, salah satunya dengan mengesahkan Inpres Nomor 2 Tahun 2020.

Inpres tersebut memerintahkan agar seluruh Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, para Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk melakukan Aksi Nasional P4GN.

"Narkotika merupakan kejahatan lintas batas negara dan kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, penanganannya harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kerja sama internasional sangat diperlukan guna memutus mata rantai peredaran narkotika," ujar Ma'ruf.

Dia pun mengatakan, adanya supply dan demand mengakibatkan peredaran narkoba masih terjadi.

Karena itu, upaya preventif melalui strategi demand reduction dan upaya penegakan hukum sebagai strategi supply reduction harus dilakukan secara konsisten.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Upacara itu digelar secara virtual dan dipimpin oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

Puan mengatakan HANI harus dijadikan pengingat bahwa Indonesia dan dunia tengah menghadapi ancaman bahaya narkotika.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved