Breaking News:

KKB Papua

Antisipasi Aksi KKB Papua Menjelang 1 Juli, Polisi Pantau 3 Daerah Rawan, Ada Apa dengan 1 Juli?

Aparat memantau pergerakan KKB Papua yang hingga kini masih kerap melakukan aksi teror dan penembakan terhadap aparat TNI-Polri

Youtube/Facebook TPNPB
Anggota KKB Papua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait dengan tanggal yang diklaim sebagai hari kemerdekaan Papua Parat.

Saat ini kepolisian Daerah Papua mengantisipasi tiga daerah rawan aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Hal ini dilakukan oleh petugas kepolisian menjelang 1 Juli mendatang yang merupakan tanggal 1 Juli diklaim sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

Diketahui, hingga saat ini KKB Papua masih terus melakukan aksi terornya.

Melansir dari Antara, aparat memantau pergerakan KKB Papua yang hingga kini masih kerap melakukan aksi teror dan penembakan terhadap aparat TNI-Polri.

Melansir dari Wikipedia, Nicolaas Jouwe dan dua komandan OPM, Seth Jafeth Roemkorem dan Jacob Hendrik Prai, mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat pada 1 Juli 1971.

Anggota KKB Papua
Anggota KKB Papua (istimewa)

Tapi konflik antara Roemkorem dan Prai berujung pada perpecahan OPM menjadi dua faksi: PEMKA yang dipimpin Prai dan TPN yang dipimpin Roemkorem.

Perpecahan ini sangat memengaruhi kemampuan OPM sebagai suatu pasukan tempur yang terpusat.

Sejak 1976, para pejabat perusahaan pertambangan Freeport Indonesia sering menerima surat dari KKB Papua yang mengancam perusahaan dan meminta bantuan dalam rencana pemberontakan musim semi.

Mulai 23 Juli sampai 7 September 1977, milisi OPM melaksanakan ancaman mereka terhadap Freeport dan memotong jalur pipa slurry dan bahan bakar, memutus kabel telepon dan listrik, membakar sebuah gudang, dan meledakkan bom di sejumlah fasilitas perusahaan. Freeport memperkirakan kerugiannya mencapai $123.871,23.

Halaman
1234
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved