Breaking News:

Sonny: Pemerintah Serius Tangani Covid-19 di Manado, Langsung Respon dari Januari

Kalau mau bilang Kota Manado lambat menangani Covid-19, dari semua kabupaten dan kota di Sulut, yang pertama merespons pandemi ini

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Charles Komaling
Istimewa
Wali Kota Manado Vicky Lumentut saat di pos Kontrol kesehatan. 

TRIBUMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengenai penanganan Covid-19 di Manado dinilai tak optimal oleh salah satu pengamat kebijakan publik, maupun beberapa masyarakat.

Kepada Tribun Manado Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, melalui Kabag Humas Pemkot Manado, Sonny Takumansang memberikan penjelasan Kamis (25/6/2020) malam.

Dengan tegasnya Kabag Humas menjelaskan secara rinci awal mulanya penanganan Pemkot Manado yang berupaya mencegah masuknya Covid-19 di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

"Kalau mau bilang Kota Manado lambat menangani Covid-19, dari semua kabupaten dan kota di Sulut, yang pertama merespons pandemi ini adalah Pemkot Manado," tegas Takumansang.

Takumansang juga katakan, yang pertama penanganan Covid-19 di kota Manado, ketika pandemi mulai marak di Wuhan pada Desember 2019, Pemkot Manado sudah melakukan langkah antisipasi.

"Penanganan ini diawal Januari 2020, sebelum ada kasus di Sulut pertama kali, Pemkot Manado sudah melakukan antisipasi yang pertama adalah Wali Kota Manado melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit (RS) Prof Kandou Manado, pada waktu itu satu-satunya RS yang ditunjuk menjadi rujukan ketika ada pandemi Covid-19 ini di Sulut," kata Takumansang.

Takumansang bilang, sesudah berkoordinasi dengan pihak RS Prof Kandou Manado, Wali Kota bersama jajaran langsung melakukan koordinasi dengan bandara Sam Ratulangi masih di awal Januari waktu itu sudah melakukan antisipasi.

Menurutnya, itu karena pertimbangan Wali Kota, bahwa Manado adalah beberapa kota di Indonesia, di Sulut sendiri satu-satunya yang menjadi tujuan wisata dari Wuhan ke Manado dengan penerbangan langsung.

Jadi ia menjelaskan, sejak awal Januari Wali Kota sudah bergerak, berkoordinasi dengan RS Prof Kandou Manado, Angkasa Pura dan KKP Manado tentang kesiapan jika ada tamu asing khususnya dari Wuhan ke Manado seperti apa langkah-langkah penanganannya agar bisa dipastikan semua yang masuk Manado waktu itu tidak terpapar Covid-19.

"Dari langkah itu, Wali Kota mengumpulkan semua stekholder pariwisata yang ada di Manado masih juga di bulan Januari mengundangbpikah travel, restoran dan hotel terkait penanganan Covid-19 ini," tambah Takumansang.

Jadi Takumansang sampaikan, sejak awal Pemkot Manado sudah memfasilitasi sehubungan dengan pencegahan dan penanganan Covid-19 masih pada awal Januari.

Ketika sampai pada puncaknya kasus pertama di pada 14 Maret, Wali Kota langsung melakukan langkah yang pertama yaitu meliburkan sekolah selama 14 hari. Siangnya Wali Kota langsung membentuk satgas penanganan Covid-19 ini, tapi sekarang sudah diganti gugus tugas.

Setelah itu, semenjak semakin bertambahnya kasus di Kota Manado, Wali Kota berupaya merekayasa pasar dan membuat pos penjagaan masuk kota Manado.

"Masyarakat bisa melihat bagaimana upaya Pemkot Manado, tinggal bagaimana kita bekerja bersama gotong royong untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved