Breaking News:

News

Pesan Presiden Jokowi Bagi Kepala Daerah Sebelum Pelonggaran Pembatasan

Menurut dia, kepala daerah bisa meminta saran dari epidemiolog terkait kondisi laju penularan Covid-19 di suatu daerah.

(Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, (14/6/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa daerah mulai menerapkan tatanan New Normal guna menghidupkan lagi perputaran ekonomi.

Namun, tetap wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti wajib menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan syarat lainnya.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo meminta setiap kepala daerah mendengarkan saran dari para pakar sebelum membuat pelonggaran pembatasan.

Hal itu bertujuan agar pelonggaran yang dilakukan tidak membuat penyebaran virus corona Covid-19 semakin meningkat.

"Saya titip ini utamanya kepada gubernur, bupati dan walikota, agar setiap membuat kebijakan, agar setiap membuat policy, selalu merujuk pada data science. Dan juga saran dari scientist," kata Jokowi saat mengunjungi posko Gugus Tugas Covid-19 di Gedung Granadi, Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Menurut dia, kepala daerah bisa meminta saran dari epidemiolog terkait kondisi laju penularan Covid-19 di suatu daerah.

Selain itu bisa juga meminta saran dari pakar-pakar yang ada di perguruan tinggi.

"Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy tanpa melihat data tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya," sambungnya.

Jokowi menyadari bahwa kebijakan terkait pelonggaran pembatasan harus diambil karena berkaitan juga dengan ekonomi masyarakat.

Dengan meminta saran dari pakar, maka tiap kepala daerah bisa mengetahui persis sektor mana yang harus dibuka dan mana yang belum boleh dibuka.

Halaman
12
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved