Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Manado

Penanganan Covid-19 di Manado Dinilai Tak Optimal, Kairupan: Pemkot Manado Tak Serius

Percepatan penanganan dan penanggulangan wabah Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Manado, dinilai tak optimal

Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
ISTIMEWA
Josef Kairupan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Percepatan penanganan dan penanggulangan wabah Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Manado, dinilai tak optimal oleh pengamat kebijakan publik Josef Kairupan.

Ia mengatakan percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Manado, terkesan tidak serius. Pasalnya sejak awal terjadinya pandemi Pemkot hanya lebih terfokus untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, ketimbang meminimalisir penularan.

"Hasilnya ini, infeksi terus terjadi bahkan membludak saat ini, sehingga ketika pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan the new normal, Kota Manado tidak dalam kepastian, apakah sudah bisa mengikuti kebijakan tersebut, atau tidak," jelasnya

Bupati Boltim Sehan Landjar Berikan Sejumlah Bantuan untuk MA Sholahuddin Wahid

Disisi lain, tambah dia, hingga saat ini, tak ada sosialisasi yang jelas dari pemerintah Kota Manado membuat masyarakat mengintepretasi atau mencerna sendiri informasi yg diperoleh. ada berbagai evoria yang terjadi dimasyarakat, di tengah ketidakjelasan kebijakan penanganan covid-19 di kota manado, lebih banyak aktivitas masyarakat, baik diperkantoran, di rumah kopi, dan tempat-tempat keramaian, sehingga semakin banyaklah kasus konfirmasi positif.

"Dari aspek kronologi sejak awal kebijakan penanganan pandemi Covid-19 di kota manado kurang antisipatif, dimana respon awal pemerintah lambat, artinya tidak ada langkah antisipatif, yang diperburuk dengan miskinnya visi dan strategi pemerintah kota untuk respons krisis, sehingga yang terjadi adalah kebijakan-kebijakan yang sifatnya otodidak atau tiba saat tiba akal," tambahnya

Kemudian lanjut akademisi unsrat tersebut, jika dilihat dari aspek policy massage, yang terjadi adalah public policy compliance diakibatkan dari informasi yang simpang siur, pemerintah kota sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan kurang optimal menyampaikan maksud kebijakan melalui sosialisasi dan komunikasi, sehingga sering terjadi mixed massage yaitu tidak jelasnya pesan kebijakan yang disampaikan pemerintah kepada warganya, informasi yang simpang siur juga sering terjadi dikalangan masyarakat, mengakibatkan masyarakat tidak utuh teredukasi mengenai pandemic covid-19 ini.

Survei PuSDeHAM: Figur Mantan Birokrat Paling Diharapkan Masyarakat Tomohon, Lolowang Masuk Bursa

"Ineffective policy massage ini turut diperparah dengan banyaknya beredar hoax dimasyarakat melalui pesan-pesa media sosial yang mempengaruhi pandangan, sikap dan stigma di masyarakat terhadap pandemic itu sendiri," imbuhnya

Dari aspek sinergitas tambah dia, antar level pemerintah kota terindikasi adanya kelemahan kurang koordinasi dan instruksi yang jelas, telah mempengaruhi sikap/disposisi dari implementator kebijakan, yang mengakibatkan kurangnya ketegasan dan monitoring yang jelas terhadap kebijakan yang telah dibuat.

"Selanjutnya political will pemerintah kota untuk memfokuskan perhatian pada pandemi ini menjadi kuncinya, dengan situasi teraktual dimana kontestasi pilkada cukup menyita perhatian para pengambil kebijakan, dan perlahan-lahan mulai pengalihan fokus dari penanganan pandemi ke pilkada," jelas dia

Lumba-Lumba Terdampar di Inobonto, 10 Kali Dibawa ke Tengah Laut, Eh Balik Lagi

Alhasil lanjut Kairupan, yang terjadi saat ini, dengan jumlah infeksi yang tidak terbendung, transmisi lokal, keterbatasan kapasitas Rumah Sakit, keterbatasan tenaga kesehatan dan fasilitasnya, serta kurva penularan yang terus meningkat di Kota Manado adalah dampak kebijakan yang tidak dirasakan outcome nya.

"Apakah terobosan kebijakan yang akan pemerintah kota lakukan saat ini? apakah akan menjadi kepada pasrah kepada keadaan?

Saatnya respons cepat dan kajian jitu dalam proses pengambilan keputusan, identification of needs dalam proses pembuatan kebijakan perlu diperhatikan dan diakomodir, sehingga setiap kebijakan yang dibuat dapat menjawab permasalahan dan menjadi solusi cerdas," tandasnya. (drp)

Cegah Penyebaran Covid-19, MI Cokroaminoto Tutuyan Bagikan Rapor Langsung ke Rumah Siswa

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved