Breaking News:

Bisnis

Memasuki Masa Transisi new Normal, Harga Properti Diprediksi Masih Stagnan

Tercatat, penurunan tertinggi berada di Bekasi sebesar 56,0 persen, diikuti Bogor 55,3 persen, Depok 50,9 persen, serta wilayah lainnya.

Editor: Isvara Savitri
KONTAN
Ilustrasi properti. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meski sudah memasuki masa transisi new normal, harga properti diprediksi masih stagnan.

Hal ini terjaid karena adanya penurunan daya beli akibat pandemi virus corona (Covid-19).

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda memaparkan berkaca pada kuartal I-2020, nilai penjualan pasar perumahan Jabodetabek-Banten turun tajam, bahkan capai level terendah dalam dua tahun terakhir. 

"Perumahan Jabodetabek-Banten turun 50,1 persen di kuartal I-2020," kata dia kepada kontan.co.id, Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan risetnya, nilai penjualan pada periode tersebut hanya Rp 719,05 miliar. Sementara, pada periode yang sama tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 1,31 triliun.

Adapun, penurunan nilai penjualan perumahan rata-rata terjadi hampir merata di seluruh wilayah survei.

Tercatat, penurunan tertinggi berada di Bekasi sebesar 56,0 persen, diikuti Bogor 55,3 persen, Depok 50,9 persen, serta wilayah lainnya.

Penurunan terendah terjadi di Cilegon sebesar 27,2 persen.

Dari unit rumah terjual, di daerah Jabodetabek-Banten penurunan terjadi dengan mencatatkan 1.229 unit yang terjual dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.552 unit.

Sementara dari segmen harga, perumahan yang dilirik end-user di harga kurang dari Rp 300 juta dan Rp 301 juta-Rp 500 juta masing-masing turun 68,8 persen dan 45,2 persen secara tahunan.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved