Breaking News:

Berita Bitung

Rudy: Wali Kota Sudah Perhatikan Aspirasi Warga

Jalan Dua Sudara (dari Polsek Matuari ke Perum Meita, Perum Panorama dan Sekitarnya) terkena pembangunan jalan Tol Manado - Bitung.

tribunmanado.co.id/Cristian Wayongkere
Rudy Theno Kepala Dinas PUPR Kota Bitung, ketika memberikan penjelasan terkait masalah yang di kemukakan warga di Perum Meita 1, Perum Panorama dan Sekitarnya dalam rapat rapat dalam rangka menindak lanjuti aspirasi dari masyarakat atas mengenai pemutusan jalan dua sudara dari kantor Polsek Matuari, ke arah Perum Meyta Dua dan perum Panorama dan sekitarnya yang merupakan akibat dari pembangunan jalan tol dimana masyarakat berkeinginan untuk di bangun jembatan penghubung berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung C DPRD Bitung, dengan pelaksana komisi III DPRD Bitung Selasa (23/6/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bitung memberikan penjelasan terkait keinginan warga untuk membangunan jembatan alternatif, pasca jalan Dua Sudara (dari Polsek Matuari ke Perum Meita, Perum Panorama dan Sekitarnya) terkena pembangunan jalan Tol Manado - Bitung.

Rudy Theno kepala Dinas PUPR Bitung menjelaskan, apa menjadi tuntutan masyarakat sudah di tindak lanjuti pemerintah Kota Bitung dalam hal ini Wali kota Bitung Max J Lomban dalam konteks administrasi disampaikan ke PT Jasa Marga.

Pernyataan ini menjawab tudingan warga, bahwa pemerintah Kota Bitung tidak ada perhatian dengan masalah ini, melainkan sudah berupaya dan berusaha akomodir ini disampaikan ke Jasa Marga sampai ke Menteri PUPR.

"Nah, apa yang kami layangkan ke PT Jasa Marga dan Kementerian PUPR sudah ada balasan dari Kementrian yang mana kami membuat kajian.

Oleh Jasa Marga juga punya kajian akademi lainnya dalam menyelesaikan pekerjaan jalan tol yang sedang di kerjakan sambil mempertimbangkan penyampaian dari warga," kata Rudy di hadapan rapat dengar pendapat.

Lanjutnya memberi informasi kepada warga, dimana Wali Kota Bitung sudah tindak lanjuti apa yang disampaikan masyarakat melalui Dinas PUPR, Jasa Marga dilengkapi dan dibalas ke Kementerian PUPR kemudian menunggu balasan.

Sehingga untuk langkah percepatan atau akselerasi menindak lanjuti surat dari Jasa Marga.

Terkait dengan akses jalan ke pesentren dan perkebunan warga di Manembo-Nembo Atas, menurut Kadis akan ditindak lanjuti dan kerjakan menunggu waktunya saja.

Untuk masalah di Perumahan Meita, usulan warga untuk memotong existing jalan yang sudah ada supaya akses jalan dekat.

Namun ada pertimbangan lain dari Jasa Marga lewat kajian teknis, konsultan, regulasi, keselamatan jalan tol dan lainnya mereka membuat jalan di bagian atas dengan jarak hampir 200 meter dari persimpangan jalan yang existing ke jalan alternatif yang di buat PP Persero Jalan Tol Manado Bitung.

"Terkait permintaan warga untuk dibuat overpass atau jembatan lokasi itu, karena underpass tidak mungkin.

Berdasarkan kajian teknis yang disampaikan Jasa Marga informasikan ke PUPR untuk desain dan penetapan lokasi di pengerjaan jalan tol Manado Bitung," jelasnya sambil menjelaskan secara teknis dalam gambar.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan keluhan warga dari sisi ekonomi, sehingga tengah di cari opsi atau alternatif lain.

Dalam pembangunan jalan Tol dari informasi yang mereka dapat, biasanya ada akses di bawah jalan tol sekitar 200 meter ada akses lagi.

"Kami tetap berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat, pak Wali Kota suruh terus upayakan supaya bisa memberikan pemahaman ke Jasa Marga terkait permintaan masyarakat," tandasnya. (crz)

Tentang Kekuatan Brutal Conor McGregor, Nate Diaz: Di ronde Kedua, Es dan Darah Masuk ke Mata Saya

Minta Dibebaskan dari Hukuman Mati, Aulia Kesuma Surati DPR hingga Presiden

Novak Djokovic Petenis Nomor Satu Dunia Positif Covid-19

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved