Breaking News:

Gelar Video Conference bersama Camat, Pemkab Mitra Evalusi Penyaluran BLT

Pemkab Mitra gelar video conference bersama camat dan hukumtua terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai, Rabu (17/6/2020).

TRIBUNMANADO/GINO SETIAY
Pemkab Mitra menggelar video conference bersama camat dan hukumtua terkait evaluasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) gelar Video Conference (Vidcon) bersama camat dan kumtua se- Kabupaten hari ini Rabu (17/6/2020).

Digelar di sejumlah tempat yang berbeda, Wakil Bupati (Wabup) Drs Jesaja J O Legi ditemani Sekertaris Daerah (Sekda) David Lalandos APMM juga Asisten I Jani Rolos dan Asisten III Frits Mokorimban serta Dinas PMD Royke Lumingas dan Kaban BKPSDM ikuti Vidcon di ruangan Sekretariat Daerah.

Juga kesempatan tersebut, Ketua DPRD Mitra Marty Ole dan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan (Minsel) I Made Eka Miartha SH MH ikut dalam pembahasan tersebut.

Legi mengatakan, agar setiap aparat desa dalam melakukan penyaluran harus mendetail.

"Sebagai pemerintah, tentunya mengatakan agar program yang dijalankan terkait BLT dari Dana Desa (Dandes) bisa berjalan sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada," tuturnya.

Sementara itu, Sekda Lalandos dalam kesempatan itu mengatakan, agar para camat dan kumtua bisa bisa melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sesuai dengan prosedur.

"Sebagai pihak aparat internal, diharapakan agar penyaluran tersebut bisa dipantau dengan baik. Sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari yang harus menimbulkan dampak hukum sebagai konsekuensi dari itu," terang Lalandos.

Untuk penyaluran BLT tahap dua ini, pihak pemerintah desa harus lebih jelih lagi dalam penyalurannya. Pihak kejaksaan dalam hal ini, bakal melakukan evaluasi setiap tahapan penyaluran ini.

Dari pihak kejaksaan mengingatkan, agar tak ada yang didapati penyelewengan ataupun pemotongan BLT kepada masayrakat.

"Bila ada penyelewengan penyaluran Dandes, seperti Operasi Tangkap Tangan (OTT), pihak Kejari dan penegak hukum akan langsung memberikan konsekuensi tanpa harus melakukan koordinasi dengan pihak internal," tegas Kajari Minsel I Made Eka Miartha SH MH.

Pihaknya berpesan, agar tak ada temuan pada penyaluran saat ini dan kedepannya.

"Lebih baik sengsara membawa hikmat dari pada hikmat membawa sengsara. Marilah kita bersama dengan situasi ini untuk mensejahterakan masyarakat, dengan upaya yang kita lakukan untuk kita nikmati dikemudian hari," jelas Kajari Minsel.

Penulis: Giolano Setiay
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved