Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sang Legenda

Video Ekstrimnya Latihan Mike Tyson hingga Lehernya Jadi Keras Serupa 'Beton'

Postur tubuh yang ideal menjadi modal berharga bagi Mike Tyson untuk menjadi salah satu petinju terkuat sepanjang sejarah.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
THE SUN 
Tato Arthur Ashe yang ada di lengan kiri Mike Tyson. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu ciri khas Mike Tyson adalah lingkar leher yang besar. 

Oleh karena itulah, Mike sering dijuluki Si Leher Beton.

Postur tubuh yang ideal menjadi modal berharga bagi Mike Tyson untuk menjadi salah satu petinju terkuat sepanjang sejarah.

Mike Tyson
Mike Tyson (@Allsport)

Fisik Mike Tyson bahkan sudah terbentuk sejak kecil.

Dalam wawancara dengan Ring TV, mantan pelatih Tyson, Teddy Atlas, mendeskripsikan betapa menakjubkannya tubuh sang jawara tinju itu.

"Bakat paling murni, anugrah Tuhan, paling awal yang bisa Anda lihat adalah Tyson saat berusia 12 tahun, yang beratnya 190lb (86kg) tetapi tanpa lemak," kata Atlas.

Badan yang kokoh membantu Tyson untuk bersaing di kelas berat meski postur tubuhnya terbilang pendek jika dibandingkan lawan-lawannya.

Mike Tyson
Mike Tyson (())

Leher yang besar menjadi profil paling mencolok yang dimiliki Tyson. Sebab, semakin besar ukuran lingkar leher semakin tangguh pula kepala Anda untuk menerima pukulan.

Namun begitu, leher yang besar saja tidak cukup apabila tidak pernah dilatih. Tyson pun memiliki cara tersendiri untuk memperkuat otot lehernya.

Neck bridge, itulah teknik latihan yang digunakan Tyson untuk membuat lehernya sekuat beton.

Neck bridge dilakukan dengan cara melakukan sikap kayang namun tidak menggunakan telapak tangan sebagai tumpuan melainkan kepala.

Latihan ini biasa dipakai oleh atlet gulat. Namun demikian, beberapa petinju juga menggunakan neck bridge untuk memperkuat otot lehernya.

Adapun menurut informasi yang dikutip BolaSport.com dari Muscle Prodigy, Tyson melakukan neck bridge selama 10 menit setiap harinya ketika masih aktif bertinju.

Perlu diingat bahwa neck bridge adalah latihan yang berisiko. Jika dilakukan sembarangan, neck bridge bisa menyebabkan cedera leher alih-alih memperkuatnya.

Jadi, jangan melakukan neck bridge tanpa pengawasan dari instruktur profesional ya BolaSporter.

Yusril Ihza Mahendra Tak Setuju soal Kenaikan Ambang Batas Parlemen: Akan Banyak Suara yang Terbuang

RINCIAN Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia, 13 Juni 2020: Sulawesi Utara, Jakarta hingga Aceh

Terobosan Luar Biasa Kadin Sulut Menyikapi Kondisi Covid-19 Bagi UMKM

 

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved