Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Pejabat China dan Menteri Luar Negeri AS akan Bertemu di Hawai, Pembahasan Bisa Memanas

Departemen Luar Negeri AS dan kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar

Editor: Rhendi Umar
Matamatapolitik
Ilustrasi China dan Amerika 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mike Pompoe berencana untuk bertemu dengan pejabat pemerintah China di Hawaii, menurut laporan Politico, mengutip dua sumber yang tak disebutkan namanya.

Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (13/6), Politico melaporkan, Pompeo yang mengkritik China tentang berbagai masalah mulai dari asal usul pandemi virus corona hingga keijakan Hong Kong

hingga perlakuan terhadap etnis minoritas dan agama, tengah merencanakan perjalanan itu dan pengaturannya belum selesai.

Departemen Luar Negeri AS dan kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia bahkan dapat memutuskan hubungan.

Bulan lalu, Pompeo mengatakan bahwa China dapat mencegah kematian ratusan ribu orang di seluruh dunia jika lebih transparan tentang virus corona dan menuduhnya menolak untuk berbagi informasi.

Dia juga mengatakan, rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong akan menjadi lonceng kematian bagi otonomi bekas jajahan Inggris.

Amerika Serikat dan Negara Sukutu Susun Rencana Gulingkan China, Alasannya Terungkap

Amerika Serikat (AS), Inggris dan negara Barat lainnya sedang menyusun rencana.

Rencana yang dimaksud ialah menggulingkan China dari jalannya menjadi negara hegemoni baru dunia.

Ini menjadi prioritas utama NATO sekarang.

NATO mengatakan, negara-negara Barat tidak bisa mengabaikan kebangkitan China. Karena itu, penting bagi Inggris untuk meninjau kembali peran Huawei dalam jaringan 5G untuk memastikan keamanannya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan, China semakin dekat ke Barat dalam berbagai cara, di Kutub Utara, dunia maya, dan dalam infrastruktur kritis termasuk telekomunikasi.

"Saya percaya, Pemerintah Inggris akan merancang jaringan mereka dengan cara yang melindungi jaringan dan memastikan Inggris telah mengamankan jaringan 5G," kata Stoltenberg kepada Radio BBC, Rabu (10/6), seperti dikutip Reuters.

"Karena itu, menurut saya, juga penting sekarang akan ada tinjauan baru yang melihat dengan tepat bagaimana memastikan hal itu terjadi," ujar dia.

Ditanya tentang komentar Stoltenberg, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan, Tiongkok tidak menimbulkan ancaman bagi negara mana pun.

"Kami berharap, NATO bisa terus memiliki pendapat yang benar tentang kami dan melihat perkembangan kami secara rasional," katanya seperti dilansir Reuters.

Sebagai bagian dari penilaian ulang hubungan yang lebih luas dengan China, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) sedang menganalisis dampak sanksi Amerika Serikat (AS) terbaru terhadap keputusan Inggris awal tahun ini untuk memungkinkan Huawei berperan dalam membangun jaringan 5G-nya.

Perdana Menteri Boris Johnson pada Januari lalu memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris, menggagalkan upaya global oleh AS untuk mengecualikan raksasa telekomunikasi China dari komunikasi generasi baru Barat.

Johnson memutuskan, "vendor berisiko tinggi" seperti Huawei akan diizinkan masuk ke bagian non-sensitif dari jaringan 5G.

Namun wabah virus corona, ketidaksepakatan atas kebijakan di Hong Kong, dan kemarahan Presiden AS Donald Trump atas China telah mendorong Inggris untuk menilai kembali hubungan dengan Beijing.

"Cina semakin dekat dengan kita, kita melihat di Kutub Utara, kita melihat mereka banyak berinvestasi dalam infrastruktur kritis di Eropa, dan kita tentu saja melihat China juga beroperasi di dunia maya," kata Stoltenberg.

"Jadi, ini bukan tentang penyebaran NATO ke Laut China Selatan, tetapi menanggapi fakta bahwa China semakin dekat dengan kita," ujar dia.

NATO dibentuk pada 1949 silam oleh AS, Kanada, Prancis, Inggris, dan negara-negara Eropa Barat lainnya untuk memberikan keamanan kolektif menghadapi Uni Soviet. Tapi, Uni Soviet runtuh pada 1991. (*)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAIL:

KLIK TAUTAN AWAL: https://internasional.kontan.co.id/news/menteri-luar-negeri-as-akan-bertemu-pejabat-china-di-hawaii-apa-yang-dibicarakan

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved