Update Virus Corona Bitung
Tak Hanya Wali Kota dan Istri, Sejumlah Pejabat Pemkot Bitung Ikut Dilakukan Rapid Test
Rapid test yang dilakukan sejak Senin-Rabu hari ini dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bitung, karena ada kaitannya dengan kontak erat risiko tinggi
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Juru bicara Percepatan penanggulangan Covid-19 Kota Bitung dr Jaennet Watuna meminta kepada mereka yang menjalani rapid test beberapa hari terakhir ini, agar jangan dulu bepergian apalagi berkumpul.
Rapid test yang dilakukan sejak Senin-Rabu hari ini dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bitung, karena ada kaitannya dengan kontak erat risiko tinggi dan rendah dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid-19.
"Jadi yang kontak erat dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada ibu hamil 110 orang, wartawan 10 orang, pasar Winenet 97 dan Rumah Sakti Budi Mulia Bitung 25 orang dengan hasil rapid test pertama semuanya non reaktif," jelas Watuna kepada wartawan Rabu (10/6/2020).
Kepada wartawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung ini berharap setelah melakukan rapid test harus menjalani yang namanya isolasi mandiri jangan dulu keluar rumah hingga berkumpul.
• Kapolresta Manado Gagalkan Pengambilan Secara Paksa Jenazah PDP Covid-19 di RSPK Manado
Watuna memberikan pemahaman bahwa meski sudah rapid test bukan berarti sudah terbebas dari resiko terpapar virus Corona, karena masih akan dilakukan rapid tes kembali 7 hingga 10 hari kedepan.
"Isolasi supaya tidak kontak dengan orang lain di luar sana. Kami mendapati informasi ada yang sudah keluar hingga berkumpul sana sini," tambahnya.
Selain Wali kota Bitung Max Lomban dan Ketua TP PKK Ny Khouni Lomban Ratung, hingga hari ini Rabu (10/6) pihaknya kembali melakukan rapid test kepada ASN 22 orang, ibu hamil 20 orang, Tim penggerak PKK 18 orang, masyrakat umum 1 orang, sopir dan PMI 2 orang.
Dari jumlah itu, sudah mencakup para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala bidang bidang di beberapa OPD serta camat yang ikut dalam kegiatan, yang juga dihadiri oleh pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19.
• Bupati Minsel Setuju Penambahan Penerima BLT Dandes di Desa Ongkaw Tiga
Watuan juga memberikan keterangan terkait penutupan sementara tempat bersalin di Puskesmas Sagerat Bitung.
Ini dikarenakan pasien kasus 472 terkonfirmasi positif covid-19, anaknya bidan di Puskesmas Sagerat Kota Bitung, dan dari pengecekan kontak erat risiko tinggi dengan pasien 472 yang notabennya adalah ayahnya,
Sehingga semua bidan di kamar bersaling Puskesmas di isolasi, sehingga untuk pelayanan di sana dialihkan ke puskesmas sekitar dan yang terdekat.
• Ingat Kasus Ibu dan Bayi Meninggal di RS Bethesda? Suami Korban Desak Rekam Medis, Ini Kata Kapolres
"Untuk pelayanan lainnya jalan seperti biasa, karena tidak ada kontak. Posyandu misalnya masih jalan seperti biasanya," tandasnya.
Frangky Ladi asissten I setda Kota Bitung menambahkan,dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid19 di Kota Bitung, di informasikan pemberitahuan dari Dinas Kesehatan Kota Bitung bahwa Puskesmas Sagerat Kota Bitung untuk sementara belum menerima Pasien Rawat Inap bersalin.
"Ini terhitung sejak tanggal 8 Juni 2020 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Selanjutnya pelayanan Rawat Inap Bersalin tetap dilayani dan dialihkan ke Puskesmas terdekat yakni Puskesmas Girian dan Puskesmas Ranowulu," jelas Ladi yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penangganan Covid 19 kota Bitung.(crz)
• Erick Thohir Tunjuk Jenderal Jadi Komisaris BUMN, Sosok Penangkap Imam Besar FPI dan Anak Soekarto