NEWS

Jenderal Andika Yakin RSPAD Gatot Subroto Bisa Lakukan Penanganan yang Rumah Sakit Belum Lakukan

Jenderal Andika yakin, walaupun RSPAD Gatot Subroto tidak terlalu besar, tapi bisa melakukan penanganan yang belum tentu dilakukan rumah sakit lain

Editor: Rhendi Umar
Istimewa Via Tribunnews.com
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat teleconference dengan RSPAD Gatot Subroto terkait penanganan virus corona atau Covid-19, Kamis (16/3/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terapi plasma konvalesen Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto bisa dimanfaatkan seluruh Kepala Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) dan Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Darat (RSAD) dengan maksimal.

Hal tersebut dijelaskan langsung Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa.

"Seluruh rumah sakit kita supaya memanfaatkan ini. Sehingga begitu kita melayani masyarakat, itu memang cepat kita. Enggak dibatasi oleh, misalnya keterbatasan, karena kita punya jaringan (network), termasuk ke RSPAD," kata Andika dalam web seminar (webinar) dengan Kakesdam, Kepala RSAD, dan RSPAD Gatot Subroto di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin (8/6/2020).

Andika yakin, walaupun RSPAD Gatot Subroto tidak terlalu besar, tapi RSPAD bisa melakukan penanganan yang belum tentu bisa dilakukan rumah sakit lain.

Untuk itu, ia meminta kepada RSPAD dan RSAD agar tidak memberi pembedaan perlakuan terhadap pasien Covid-19 dari manapun, demi menjaga kredibilitas Rumah Sakit yang berada di bawah naungan TNI AD.

"RSPAD dan 68 RS TNI AD harus memberikan perlakuan sama terhadap seluruh pasien karena itu merupakan kredibilitas Rumah Sakit yang berada di bawah naungan Angkatan Darat," ujar Andika.

Dalam webinar tersebut, Kasad juga mendapat laporan mengenai jumlah pasien yang mendapat perawatan di rumah sakit TNI AD pada setiap daerah dari pemaparan setiap Kakesdam.

Salah satunya, seperti yang dilaporkan Kepala Kesdam Jaya Kolonel Corps Kesehatan Militer Dokter Stefanus Dony, total keseluruhan pasien Covid-19 yang telah dirawat di RS Kesdam Jaya ada 793 pasien terdiri dari pasien umum dan 4 pasien yang dari militer.

Selain menerima laporan penanganan Covid-19, Andika mengatakan, webinar tersebut juga membahas perkembangan rencana penyediaan laboratorium tes polymerase chain reaction (PCR) di rumah sakit TNI AD seluruh Indonesia, 63 Rumah Sakit Tingkat II, III, dan IV serta 5 RS bantuan.

"Lab PCR itu akan menggunakan ekstraksi RNA Robotic atau dengan komputer, sehingga kebutuhan analisnya akan lebih sedikit,” kata Andika.

Kasad menambahkan, pengadaan lab PCR tersebut tidak akan mengganggu ruangan atau gedung yang ada, karena diperlukan bangunan baru dengan kriteria bio safety level 3 (BSL-3).

Andika mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat, Mayjen TNI Mohammad Munib, Kepala Rumah Sakit bersedia menyediakan tanah seluas 5x10 meter, untuk diratakan dan pembangunannya akan disupervisi oleh Kakesdam.

Lalu terkait desain gedung, akan dibuat oleh Pusat Zeni AD.

“Dari alat yang harus diadakan, kami mencoba mendesain. Ruangan bertekanan negatif beserta saringan (filter) penyerap partikel udara efisiensi tinggi (High Efficiency Particulat Air/ HEPA) cukup di ruangan 3x3 meter. Jika tidak bocor di bagian kanan dan kiri, ada ruang penyekat sehingga pintunya ada dua untuk menahan agar virus tidak keluar,” jelas Andika.
​​​​​​​
Ia mengatakan, pembangunan laboratorium PCR tersebut juga akan disusul dengan persiapan tenaga analis maupun kepala laboratorium, sehingga semuanya berjalan dengan seimbang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved