Gereja di Jakarta Menyambut New Normal
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) belum membuka gereja-gereja di bawah naungannya untuk umat. Hal ini dikarenakan KAJ masih membuat
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) belum membuka gereja-gereja di bawah naungannya untuk umat. Hal ini dikarenakan KAJ masih membuat rumusan protokol kesehatan yang tepat untuk pelaksanaan ibadah langsung bagi umat Katolik.
• Polantas Negatif Corona Selama Operasi Ketupat
Gereja-gereja di Jakarta, ungkap Rama A. Hani Rudi SJ, Pastor Paroki Katedral Jakarta, masih mempersiapkan prasarana pendukung yang sesuai dengan protokol kesehatan. Untuk itu KAJ tidak mau terburu-buru menyelenggarakan ibadah bersama umat.
"KAJ belum mau terburu-buru menyelenggarakan ibadah bersama umat. Kami mau semuanya siap sesuai protokol kesehatan," ungkap Rama Hani, Senin (8/6).
Persiapan yang masih dilakukan di antaranya mengenai prosedur kursi berjarak bagi umat, westafel atau tempat cuci tangan, alat deteksi suhu tubuh dan metal. Rama Hani menambahkan, KAJ juga akan memastikan para pelayan liturgi gereja terbebas dari Covid-19. Dalam waktu dekat, pihaknya segera memberikan Rapid Test kepada para pelayan liturgi."Ini untuk kepentingan umat juga," katanya singkat.
Sementara menunggu proses perumusan protokol kesehatan yang tepat untuk peribadatan di gereja katolik, KAJ mengimbau umat membiasakan diri dengan konsep new normal. Di antaranya KAJ meminta agar umat terbiasa mencuci tangan dengan hand sanitizer, mengenakan masker, dan menjaga jarak aman. "Umat sementara ini tetap beribadah di rumah masing-masing dengan mengikuti misa online," jelasnya.
Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie menjelaskan, gereja-gereja di bawah naungan KAJ belum ada yang dibuka. Khususnya bila perumusan protokol kesehatan yang tepat belum rampung digodok. "Gereja-gereja di bawah KAJ sementara ini masih harus menunggu keputusan KAJ. Sampai rumusan protokol kesehatan jadi, tidak ada gereja yang buka," katanya kepada Tribun, Senin (8/6/2020).
• Bukopin Bantah Nasabah Kesulitan Tarik Tunai di ATM
Susyana mengungkapkan, KAJ per Senin ini menetapkan bulan Juni tahun 2020 sebagai masa persiapan menuju tatanan kehidupan baru. Dalam masa persiapan ini, gereja-gereja di bawah naungan KAJ diimbau memastikan kesiapan pelaksanaan Pedoman Umum Pelayanan Sakramen KAJ di masa tatanan kehidupan baru. "Ditegaskan kembali bahwa seluruh kegiatan gereja yang mengumpulkan banyak orang sementara ini masih ditiadakan," ungkap Susyana.
Kegiatan gereja yang ditiadakan di antaranya: seluruh misa Mingguan, doa harian, doa rosario, misa novena dan kegiatan lainnya. "Sebagai gantinya, semua kegiatan kegerejaan masih akan disiarkan secara online lewat live streaming YouTube dan televisi," ujar Susyana.
Susyana melanjutkan. Bulan Juli tahun 2020, gereja-gereja di bawah naungan KAJ baru akan mulai memasuki tatanan kehidupan baru. Gereja menyongsong new normal secara bertahap, setelah mendapat izin resmi KAJ untuk kembali dibuka.
"Gereja diperbolehkan dibuka kembali pertama dengan syarat ada SDM yang mengawasi penerapan protokol peribadatan sesuai dengan Pedoman Umum Pelayanan Sakramen KAJ di masa tatanan Kehidupan Baru," katanya.
• Kebiasan Baru Pejabat di Masa Pandemi: Firli Langsung Mandi, Mardani Minum Madu
Kedua, lanjut Susyana, adanya sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan misa dengan aman dan tertib sesuai pedoman KAJ. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan penularan virus Covid-19 di lingkungan gereja.
"Setelah semua prosedur KAJ dipenuhi, baru KAJ memperbolehkan gereja-gereja di bawahnya memberikan pelayanan-pelauanan sakramen kepada umat," tegasnya. (tribun nework/genik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kuria-keuskupan-agung-jakarta-keluarkan-keputusan-15-hari-kegiatan-kegerejaan-ditiadakan.jpg)