Breaking News:

Berita Internasional

Sebut Trump Pembohong, Mantan Menteri Luar Negeri AS: 'Saya Tidak Bisa Mendukung Presiden Trump'

Kecaman itu muncul ketika negara itu menghadapi trio krisis: protes meluas atas kekerasan polisi terhadap pria dan wanita kulit hitam

Editor:
BBC.com/REUTERS
Donald Trump berpose di depan gereja 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Belum lama ini mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Colin Powell menyatakan bahwa Ia mendukung calon presiden dari Partai Demokrat yaitu Joe Biden.

Penyataan ini disampaikan colin Powell pada hari Minggu baru-baru ini.

Dari pernyataan Colin Powell ini semakin menambah deretan para tokoh Partai Republik dan tokoh militer di Amerika Serikat (AS) yang mengkritik Presiden Donald Trump di tengah aksi protes nasional yang terjadi.

Colin Powell
Colin Powell (AFP)

Diketahui, Powell adalah seorang Republikan yang memimpin militer AS selama Perang Teluk 1991 di Irak di bawah Presiden George H.W. Bush dan kemudian mengepalai Departemen Luar Negeri di bawah Presiden George W. Bush, mengatakan Trump "berbohong sepanjang waktu," telah "menjauh" dari Konstitusi A.S dan menimbulkan bahaya bagi demokrasi Amerika.

"Saya tidak bisa mendukung Presiden Trump tahun ini," kata Powell kepada CNN. Trump merespons dengan menyebut Powell "benar-benar kaku" di Twitter seperti dilansir Reuters, Minggu (7/6/2020) waktu setempat.

Kecaman itu muncul ketika negara itu menghadapi trio krisis: protes meluas atas kekerasan polisi terhadap pria dan wanita kulit hitam, pandemi virus corona dan penurunan ekonomi yang tajam.

Sangat jarang bagi Partai Republik untuk mengkritik Trump secara langsung, dan lebih lagi untuk anggota militer, yang biasanya tidak ikut campur dalam politik.

Pengunjukrasa meluapkan amarahnya kepada petugas NYPD dalam aksi unjuk rasa 'Black Lives Matter' di kota New York, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan.
Pengunjukrasa meluapkan amarahnya kepada petugas NYPD dalam aksi unjuk rasa 'Black Lives Matter' di kota New York, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. (AFP/JOHANNES EISELE)

Mantan menteri pertahanan Trump, pensiunan Jenderal Jim Mattis, pekan lalu mengecam apa yang ia sebut upaya "sengaja" Trump untuk memecah belah negara.

Mantan ketua Kepala Staf Gabungan Michael Mullen dan Martin Dempsey juga mengkritik penanganan Trump atas kerusuhan itu.

Senator Republik Lisa Murkowski mengatakan pekan lalu bahwa dia “berjuang” dengan apakah akan mendukung pemilihan Trump, sementara Senator Republik Mitt Romney memuji kata-kata Mattis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved