Breaking News:

Sulut Hebat

Olly Dondokambey Wakili Gubernur se-Indonesia Sebagai Pembicara di Webinar Kemendagri

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didaulat menjadi satu di antara pembicara mewakili Gubernur se Indonesia.

Istimewa
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didaulat menjadi satu di antara pembicara mewakili Gubernur se Indonesia. Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut, Evans Steven Liow menjelaskan, diskusi daring ini terkait pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2020 mengalami perubahan karena bencana nasional Covid 19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Pengembangan dan Penelitian Kementerian Dalam Negeri RI menyiapkan diskusi daring lewat webinar terkait pelaksanaan Pilkada serentak, 10 Juni 2020.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didaulat menjadi satu di antara pembicara mewakili Gubernur se Indonesia.

Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut, Evans Steven Liow menjelaskan, diskusi daring ini terkait pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2020 mengalami perubahan karena bencana nasional Covid 19.

Adapun tema yang diangkat dalam webinar Kesiapan Pelaksanaan Pilkada 2020.

Beberapa isu utama yang akan menjadi bahasan dalam membangun kesiapan pelaksanaan pilkada dalam perspektif Kementerian Dalam Negeri diantaranya berhubungan dengan kesiapan penyelenggara, kesiapan pemilih (berkaitan dengan data pemilih), kesiapan anggaran Pemerintah Daerah, dan kesiapan pengamanan pilkada.

Mengantisipasi dampak wabah terhadap pelaksanaan Pilkada 2020, Pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tanggal 4 Mei 2020.

Pada pasal 201 A dijelaskan bahwa pilkada serentak tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal pada tanggal 23 September 2020 karena bencana non alam dan dijadwalkan pelaksanaannya di Bulan Desember 2020.

Menindaklanjuti Perppu dimaksud, KPU menunda empat tahapan pilkada 2020, di antaranya: pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS); verifikasi syarat dukungan calon perseorangan; pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
Keempat tahapan diatas secara otomatis menyebabkan bergesernya pelaksanaan pilkada serentak yang ditetapkan pelaksanaannya tanggal 9 Desember 2020.

membangun kesiapan masyarakat untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (BHBS), menjaga jarak sosial dan menjaga jarak fisik agar pilkada tidak menjadi penyebab melonjaknya angka covid-19 selama mereka terlibat dalam pelaksanaan Pilkada.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka pemangku kepentingan yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan tahapan pilkada, yang terdiri atas: penyelenggara yaitu KPU/KPUD,Bawaslu (formal) dan pengamat (informal), fasilitator yakni pemerintah dan pemerintah daerah (birokrasi) dan aparat pengamanan (TNI, Polri), termasuk pemilih yakni warganegara yang telah memenuhi persyaratan memilih.

Berkenaan dengan hal diatas, Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri akan melaksanakan web seminar (webinar) untuk membahas isu yang berkenaan dengan kesiapan pelaksanaan pilkada 2020. (ryo)

Berdasarkan Hadits, Terdapat Macam Doa Iftitah yang Diajarkan Nabi, Berikut 8 Macam Doa Iftitah

Ini Arti Stay At Home Bagi Novelia Langingi

H2M Tinjau Program BSPS dan P3-TGAI di Bolsel, Mayulu: Semoga Bantuan Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved