Lumpur Lapindo Sidoarjo

Kabar Terbaru Perkembangan Lumpur Lampindo Sidoarjo, Begini Pengendaliannya Sekarang Oleh Pemerintah

Pengelolaan lumpur Sidoarjo yang telah dilakukan pertama berupa pengendalian lumpur dengan pengaliran lumpur ke Kali Porong.

Editor: Frandi Piring
sumber : trip advisor
Potret Patung-patung manusia di bekas semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus melakukan penanganan infrastruktur dan sosial di daerah terdampak semburan lumpur Sidoarjo.

Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp 239,7 miliar untuk penanganan lumpur Sidoarjo dalam rangka meningkatkan pengaliran lumpur ke Kali Porong dan menjaga keandalan tanggul dan infrastruktur lainnya.

"Perhatian pemerintah tidak berkurang untuk pengendalian lumpur Sidoarjo.

"Kementerian PUPR akan terus melanjutkan tugas dan fungsi yang prinsipnya tidak ada perbedaan dan memastikan penanganan kepada masyarakat yang terkena dampak dan masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers di Jakarta, Minggu, (7/6/2020).

Danau Lumpur Lapindo.
Danau Lumpur Lapindo. (dalje.com)

Basuki menjelaskan, kegiatan pengendalian lumpur Sidoarjo terdiri penanganan luapan lumpur, pembangunan tanggul dan infrastruktur lainnya serta pemeliharaan tanggul, dan infrastruktur lain.

Pengelolaan lumpur Sidoarjo yang telah dilakukan pertama berupa pengendalian lumpur dengan pengaliran lumpur ke Kali Porong.

Lumpur tidak bisa mengalir secara gravitasi ke Kali Porong, untuk itu dibuat tanggul cincin di pusat semburan lumpur untuk mengarahkan aliran lumpur melalui spillway dan dipompa keluar ke Kali Porong.

Pengaliran lumpur ke Kali Porong, lanjut Basuki, dilakukan secara mekanis menggunakan 5 unit kapal keruk melalui jaringan pipa.

Spanduk kecaman oleh warga korban lumpur terpasang di lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (27/5/2013). Selain masih belum berhenti, semburan lumpur yang genap terjadi hampir tujuh tahun pada 29 Mei tersebut masih menyisakan persoalan ganti rugi.
Spanduk kecaman oleh warga korban lumpur terpasang di lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (27/5/2013). Selain masih belum berhenti, semburan lumpur yang genap terjadi hampir tujuh tahun pada 29 Mei tersebut masih menyisakan persoalan ganti rugi. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Adapun, jarak pengaliran dari kolam ke Kali Porong sekitar 1.918 meter dan pengaliran air dari Kali Porong, saluran kaki tanggul, dan drainase ke dalam tanggul untuk pengenceran menggunakan 6 unit peralatan pompa.

"Pengaliran ke Kali Porong dilakukan dengan komposisi lumpur 20 persen padatan dan 80 persen air," pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begini Kabar Terbaru Pengendalian Lumpur Sidoarjo dari Kementerian PUPR, https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/06/07/begini-kabar-terbaru-pengendalian-lumpur-sidoarjo-dari-kementerian-pupr

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved