Update Virus Corona Indonesia
Dosen Epidemiologi: Sukar Mencegah Penularan Covid-19 Saat Pilkada Berlangsung
Dalam pilkada ada tahapan yang akan menyebabkan orang berkumpul baik dari pendaftaran calon, kampanye, menyebarkan logistik hingga saat pemilu.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dosen Epidemiologi dari Universitas Negeri Manado (UNIMA) Jonesius Manoppo menyebut sangat sulit untuk mencegah penularan covid-19 apabila Pilkada tetap berlangsung.
"Pilkada itu pesta demokrasi yang melibatkan semua kalangan termasuk mereka yang rentan seperti lanjut usia dan memiliki penyakit kronis, kalaupun dipaksakan itu hanya bisa menekan risiko penularan bukan menghilangkannya," jelas Manoppo kepada Tribun Manado.
Pilkada yang ada selama ini pasti ada tahapan yang akan menyebabkan orang berkumpul
baik dari pendaftaran calon, kampanye, menyebarkan logistik, maupun hari-H saat Pemilu berlangsung, semua berpotensi besar tertular virus Corona.
"KPU tentu harus memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana tahapan Pilkada ini bisa berjalan, tapi tetap dalam kaidah-kaidah pemutusan rantai penularan, yaitu tidak berkerumun, menjaga jarak, menggunakan masker, bahkan meningkatkan daya tahan tubuh bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaannya," jelas Manoppo.
"Sukar untuk membuat sampai tidak terjadi penularan sama sekali," tambahnya.
Kata Manoppo, sekali lagi perlu dipikirkan cara yang aman untuk orang dengan risiko tinggi tetap dapat mempergunakan hak pilihnya tanpa melanggar asas pilkada yang luber & jurdil
Menurutnya memang Pilkada eletronik bisa saja jadi alternatif, tapi perlu sumberdaya yang tidak sedikit untuk mewujudkannya dalam waktu dekat.
"Hanya untuk saat ini, harus dipastikan terlebih dahulu sistem kesehatan yang ada saat ini perlu diperkuat lagi untuk menghadapi tahapan Pilkada sampai selesai," kunci Dosen Epidemiologi dari UNIMA ini. (Mjr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-covid-19-melanda-dunia-45.jpg)