Wagub Usul Sekolah Jangan Dulu Buka, Imbar: Pemerintah Harus Tegas

Sulawesi Utara masih jauh dari new normal (normal baru). Sekolah, rumah ibadah dan restoran di diimbau jangan dulu dibuka

Istimewa
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara masih jauh dari new normal (normal baru). Sekolah, rumah ibadah dan restoran di diimbau jangan dulu dibuka lantaran rasio penularan Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di daerah ini masih tinggi. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk basic reproductive number (Ro) era new normal di bawah 1, sedangkan Bumi Nyiur Melambai mencacat penyebaran Corona 2,5 atau tertinggi di Indonesia.

Gubernur Cek Kesiapan RS Covid: Corona di Sulut Jadi 377 Kasus

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengungkapkan, kondisi ini, belum memungkinkan untuk melakukan aktivitas normal seperti pembukaan rumah ibadah atau sekolah. "Diusulkan rumah ibadah, sekolah, restoran jangan dulu buka. Panti pijat tutup dulu," ujar Wagub, Rabu (3/6/2020).

Kasus Corona di Sulut mengalami peningkatan. Per Rabu kemarin, tercatat bertambah 23 kasus hingga total 377 orang positif terinfeksi virus. Wagub mengatakan, saat ini, semua harus fokus untuk mencegah penyebaran lebih banyak lagi. "Selalu sampaikan berulang kali, physical distancing, social distancing, stop dulu berkumpul. Kita jaga diri dengan protokol Covid," kata dia.

Penyebaran disumbang Covid-19 di Sulut disumbang dari beberapa kluster transmisi lokal. Misalnya kluster Gowa, Pinasungkulan, dan Faskes (Fasilitas Kesehatan). Dari jumlah kasus hingga ratusan itu, kurang lebih 70 persen terjadi di Kota Manado.

Kondisi ini, kata Wagub, membuat harus ada peningkatan penanganan, terutama di Manado. "Pak Gubernur sudah sampaikan kita akan tingkatkan penanganan tidak boleh parsial tapi bolistik. Dengan demikian full perhatian khusus Manado. Satgas Covid bantu khusus," katanya.

Sudah ada kesepakatan tindak tegas bagi pelanggar social distancing, physical distancing dan tidak pakai masker. Wagub mengatakan, Polri, TNI dan Pol PP di Manado dan Pemprov akan gabung bersama melakukan tindak tegas. "Semua keramaian, melanggar sosial distancing ditindaklanjuti tangkap dan sidang di tempat, implikasi hukum kalau perlu penjara," katanya.

Adapun, berkembang dalam rapat soal penggunaan masker misalnya, dari 10 yang keluar, hanya 3 di antaranya yang pakai masker. "Jadi tidak main-main loh Manado ini. Fokus di Manado, kita bantu, betul-betul kerja," katanya.

Itu dari sisi penindakan, ada lagi langkah penetrasi surveilance. "Sepakat kita bom rapid test di daerah-daerah tertentu. Kemudian pala-pala turun cari tahu, tracking data, bukan turun lalu data bansos," ucapnya. Manado, ditambah lagi rumah singgah, bahkan jika perlu Rumah Sakit Khusus Covid.

Wagub mengatakan, jika kondisi penambahan kasus berlangsung terus, maka berpotensi mencapai 3 ribu sampai 4 ribu kasus Covid di Sulut. "Saya pernah sampaikan hal ini," beber mantan Ketua DPRD Sulut ini. Kandouw mengatakan, kasus Covid bertambah setelah jalan 3 bulan penanganan karena ada sikap pandang enteng. "Coba jalan ke kawasan mal, penuh orang. Ini tanda awas," ujarnya.

Kota di AS  Tetapkan Darurat Sipil: WNI Terpantau Aman dari Unjuk Rasa 

Banyak orangtua siswa belum setuju penerapan 'new normal' termasuk membuka sekolah. Mereka khawatir akan terjadi kluster baru. Angel Mamonto, orangtua siswa di Kabupaten Minahasa Selatan tak setuju jika siswa kembali bersekolah seperti biasa. Dia meminta kepada pemerintah supaya menunda dulu kebijakan ini. "Tunggu dulu. Kalau situasinya sudah normal baru sekolah bisa dibuka lagi," kata dia, Rabu (3/6/2020).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved