Rokok Terus Ditekan kampanye Negatif, Kelompok Antirokok Tunggangi Isu Pandemi Covid-19

Isu ini melontarkan pendapat mengenai asap rokok dapat menjadi medium penularan Covid-19.

Shutterstock
Ilustrasi rokok 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Berbagai manuver kelompok antirokok yang mengkampanyekan rokok dikaitkan dengan kesehatan semakin masif karena dipesan oleh pendonor asing.

Pendapat ini dikemukakan oleh Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Azami Mohammad.

Azami menambahkan mereka ingin eksis agar dana asing terus mengalir mendanai program-program pengendalian tembakau di Indonesia.

“Mereka sekedar menunaikan kewajiban yang di-order oleh pendonor asing agar sesuai dengan pedoman Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)," tegas dia dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Menurut dia, belum lama ini kaum antirokok menunggangi isu pandemi virus corona (Covid-19) dengan mengeluarkan opini yang mengaitkan Covid-19 dengan rokok.

Isu ini melontarkan pendapat mengenai asap rokok dapat menjadi medium penularan Covid-19. 

KNPK juga mengkritisi agenda perluasan gambar peringatan di bungkus rokok yang sudah sejak lama digaungkan.

Adanya gambar peringatan sebesar 40 persen dari bungkus rokok sekarang ini merupakan hasil pekerjaan kelompok antirokok

Ia menilai selama ini argumentasi yang mereka gunakan adalah dengan adanya gambar peringatan pada bungkus rokok, maka dapat menurunkan prevelensi perokok di Indonesia.

"Sejauh ini strategi perluasan gambar peringatan di bungkus rokok sama sekali tidak terbukti mengurangi prevelensi perokok di Indonesia," tegasnya. 

Halaman
12
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved