Breaking News:

Update Virus Corona Sulut

Pengamat Unsrat Sebut Kebijakan New Normal Seperti Orang Putus Asa

Euforia masyarakat menyambut New Normal sudah mulai dirasakan saat ini. Begitu pula dengan dunia pekerjaan, tak terkecuali ASN

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
ISTIMEWA
Josef Kairupan 

Keputusan tegas dan berani harus dibuat, bukan memutuskan berdamai dengan corona, atau hidup berdampingan dengan corona.

Itu keputusan gila, manusia mungkin saja mau berdamai, tapi apa virusnya mau berdamai?

Kehidupan new normal mungkin bisa dilakukan saat kurva penularan zero growth.

Tapi sekarang lagi tingginya penularan, jika tetap diberlakukan new normal sama saja bunuh diri.

Sebagai pelajaran ada beberapa negara yang gagal memberlakukan new normal yaitu, Swedia dan Korsel.

Petugas Jaga Perbatasan Dapat Dana Operasional dari Tiap Puskesmas

Hal ini membuktikan bahwa new normal tidak menjamin perkenomian negara akan pulih.

Karena pelaku perekonomian itu adalah manusia, jika manusianya sakit atau bahkan meninggal, mau berjalan bagaimana perekonomian?

Perlu diingat saat ini, Indonesia belum masuk dalam gelombang ke dua penularan.

Sesuatu yang sangat parah akan terjadi, mengingat jumlah penduduk yang banyak, dan kurangnya kedisiplinan masyarakat.

"Masih banyak yang mengganggap remeh, tidak patuh dan taat terhadap protokol yg ditetapkan," tandasnya. (Nie)

Kepala Dinkes Minsel: Sudah Ada 2 Pasien Covid-19 yang Meninggal

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved