Berita Heboh

Barrack Obama Bilang AS Harus Lakukan Reformasi dari Kepolisian hingga Peradilan, Dampak Kerusuhan

Barrack Obama, mantan presiden Amerika Serikat (AS), kembali angkat bicara terkait peristiwa pembunuhan George Floyd.

indianexpress.com
Foto pertemuan Donald Trump dengan Barack Obama di Gedung Putih, AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINEAPOLIS - Barrack Obama, mantan presiden Amerika Serikat (AS), kembali angkat bicara terkait peristiwa pembunuhan George Floyd.

Pasalnya, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusuhan di AS.

Peristiwa ini membuat jutaan orang di seluruh negara bagian Amerika turun ke jalan dan menyuarakan pendapat mereka. 

"Saya telah mendengar banyak yang bertanya bagaimana kita dapat mempertahankan momentum untuk membawa

perubahan nyata," kata Obama, Minggu (1/6/2020)

"Pada akhirnya, akan tergantung pada generasi baru aktivis untuk membentuk strategi yang paling sesuai dengan zaman.

Tetapi saya ingin menyoroti beberapa pelajaran dasar dari upaya masa lalu yang patut diingat," tuturnya.

Berikut pernyataan sikap Barrack Obama:

Protes mewakili frustrasi yang asli dan sah atas kegagalan selama puluhan tahun untuk mereformasi praktik kepolisian dan sistem peradilan pidana yang lebih luas.

Kita harus mengutuk segelintir orang yang melakukan kekerasan, bukan mayoritas besar yang pantas mendapatkan rasa hormat dan dukungan kita.

Halaman
1234
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved