Update Virus Corona Sulut

5 FAKTA Jenazah PDP Dibawa Pulang Keluarga dari RS, Dari Sogokan Uang hingga Dirut Membantah

Salah satu warga pasien dalam pengawasan (PDP) di Manado, menolak keluarganya akan dimakamkan sesuai prosedur Covid-19.

Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
Massa di Rumah Sakit Pancaran Kasih dan Direktur Edwin Kambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu warga pasien dalam pengawasan (PDP) di Manado, menolak keluarganya akan dimakamkan sesuai prosedur Covid-19. 

Pengangkutan paksa jenazah PDP tersebut pun berlangsung dengan suasana yang kacau.

Ratusan massa mengamuk, dan membongkar paksa pintu kamar jenazah, kemudian membawa jenazah PDP tersebut, ke kediamannya di Kelurahan Ternate Baru, Lingkungan I, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Berikut Fakta-fakta yang Dirangkum Tribunmanado:

1. Pasien Didiagnosa Kehilangan Kesadaran Akibat Pneumonia

Kepolisian Resort Kota Manado dalam press rilisnya menerangkan kejadian ini berawal dari meninggalnya salah satu PDP laki-laki berusia 52 tahun yang berdomisili di Kelurahan Ternate Baru, yang di diagnosa meninggal karena kehilangan kesadaran akibat pneumonia.

"Adanya gejala penyakit ini, maka jenazah yang bersangkutan ditetapkan sebagai jenazah PDP, yang akan dikuburkan sesuai protap Covid-19. Namun pada 15.00 WITA, pihak keluarga masih tidak setuju jenazah dikuburkan sesuai dengan protokol Covid-19," jelas keterangan tertulis tersebut.

2. Massa Terprovokasi, Keluarga Disebut Dapat Sogokan Rumah Sakit

Massa mendapat isu jika pihak keluarga akan mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta dari pihak RSU Pancaran Kasih.

Hal ini kemudian membuat massa terprovokasi sehingga tak terkendali dan langsung mencari jenazah kemudian dibawa ke rumah duka secara paksa.

Halaman
123
Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved