Update Virus Corona Bolmut
Warga Padati Objek Wisata Mangrove, LP3K: Perlu Ada Ketegasan Dari Pihak Terkait
Ratusan warga yang melakukan kegiatan di area Objek Wisata Mangrove di Desa Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Ratusan warga yang melakukan kegiatan di area Objek Wisata Mangrove di Desa Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sangat disesalkan sejumlah pihak.
Pasalnya di tengah pandemi Covid-19 seharusnya protokol kesehatan harus diterapkan terutama tidak adanya kerumunan warga yang melakukan aktivitas perkumpulan.
Hal ini mendapat perhatian dari Lembaga Pemantau Pembangunan Pemerintahan dan Kemasyarakatan (LP3K) Bolmut, Samsudin Olii mengatakan perlu ada ketegasan dari pihak terkait untuk menindak lanjuti hal itu
"Ini harus ada ketegasan, kan sudah ada instruksi dari presiden yang memerintahkan Kapolri dan Panglima untuk tegas dalam pencegahan dan penanggulangan corona virus ini. Maka, kita mempertanyakan kinerja dari Tim Satgas Bolmut terkait penanganan terhadap hal semacam ini," ujar Samsudin.
• Dishub Kota Manado Lakukan Pengecekan Arus Lalu Lintas di Pos Kesehatan di Tugu Boboca
Salah satu deklarator pembentukan Kabupaten Bolmut ini juga mengatakan pemerintah Bolmut sebelumnya telah mengingatkan meskipun saat ini tidak ada pasien positif Corona, namun kewaspadaan tetap harus di utamakan.
"Kemarin juga sudah disampaikan wabup mengingatkan bahwa memang kita sudah sembuh dari covid-19 nol persen tetapi kita harus waspada dan tidak boleh lengah,"katanya.
Sementara itu Sangadi Binuanga, Sunarto Van Gobel saat dikonfirmask Tribun Manado mengatakan, kondisi itu tidak diduga sebelumnya. Dia menjelaskan pihaknya memang melakukan acara kecil-kecilan yang di khususkan untuk para pekerja di situ.
• Aksi Tim Buser Bongkar Sabung Ayam Tepergok Mata - Mata, hanya 3 Ayam Berhasil Diamankan
"Kegiatan ini memang dikhususkan untuk anak-anak Binuanga. Kebetulan mereka pekerja disini sudah capek dan menggelar acara panjat pinang," kelit Sunarto.
Sunarto mengatakan kondisi tempat wisata itupun baru rampung 50 Persen sehingga memang belum dibuka untuk umum.
"Kami tetap melakukan protokol kesehatan, termasuk sudah melakukan pemblokiran dijalan masuk namun tiba-tiba banyak yang menerobos masuk, tapi itupun sesudah acara selesai," pungkasnya. (Mjr)
• Dua Pasien Covid-19 Sembuh dan Dipulangkan RSUD Kotamobagu