Breaking News:

Pilkada 2020

Pilkada 2020 di Tenga Pandemi Corona Percepat Revolusi Industri, Anton Miharjo: Untungkan ODSK

Pandemi Covid-19 mendorong banyak hal lebih banyak diperbincangkan melalui whatsapp. Hal ini juga dilakukan di Whatsapp Group

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Aswin_Lumintang
Pilkada 2020 di Tenga Pandemi Corona Percepat Revolusi Industri, Anton Miharjo: Untungkan ODSK
istimewa
Stefan Obadja Voges

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid-19 mendorong banyak hal lebih banyak diperbincangkan melalui whatsapp. Hal ini juga dilakukan di Whatsapp Group (WAG) Justitia Societas (JS) yang ikut membahas penetapan Pilkada 9 Desember 2020.

Anton Miharjo, konsultan politik di Saiful Mujani Research and Consulting SMRC
Anton Miharjo, konsultan politik di Saiful Mujani Research and Consulting SMRC (istimewa)

Manager Konsultan SMRC Anton Miharjo menyatakan optimismenya dengan pelaksanaan Pilkada 2020. '' New normal merupakan satu ke niscayaan di Pilkada 2020. Cuma memang harus lebih mengoptimalkan teknologi, '' ujar Anton meyakinkan.

Wakil Rektor II Unsrat, Dr Ronny Maramis sedikit bercanda mengatakan Pilkada 2020 akan menjadi seksi. ''Revolusi Pilkada Indonesia, jadi seksi judulnya, '' ujarnya.

Aurel Hermansyah Dikritik karena Lepas Hijab, Dibela Atta Halilintar: Tutup Aurat Harus dari Hati

Kasus George Floyd, Pelaku Derek Chauvin Diperiksa Tiap 15 Menit

Lagu Kekeyi Trending di Youtube Kalahkan BLACKPINK, Dituduh Plagiat, Kekeyi Menangis Takut Dipenjara

Anton berpendapat Indonesia membutuhkan satu peristiwa untuk mengubah kebiasaan lama. '' Ada yang nanya ke saya dari calon dan partai, apa bisa kampanye di musim Corona? Saya jawab bisa. Syarat-syaratnya bisa terpenuhi. Yang penting tujuan kampanye dipahami, '' lanjutnya.

''Kan banyak orang memahami kampanye ngumpuli banyak orang. Padahal itu hanya salah satu cara bukan tujuan, '' ujarnya.

Dr Ronny berpendapat ibadah saja bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini. ''Memangnya kampanye lebih suci daripada ibadah? Kalau tidak bisa, hanya orang-orang dengan pola pikir konvensional yang bilang kampanye di masa Corona tidak bisa, '' ujarnya.

Anton mengatakan, syarat kampanye di musim Corona yakni dengan tidak mengumpulkan massa bisa terpenuhi. ''Pengguna aktif media sosial di Indonesia 60 persen. Lalu pengguna HP smarthone yang bisa isi paket data ada 80 persen. Sisanya bisa disasar pakai jurus lain, '' ujarnya.

Wakil Rektor 2 Unsrat, DR Ronny Maramis
Wakil Rektor 2 Unsrat, DR Ronny Maramis (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS)

Kondisi ini akan membuat banyak tim sukses yang akan dirumahkan. ''Corona akan mempercepat proses revolusi industri 4.0 menuju revolusi industri 5.0 di semua bidang, '' kata Dr Ronny.

Steven Voges mengatakan, Pilkada saat ini akan sangat bergantung pada teknologi. '' Segitu-gitunya di Sulut termasuk pengguna HP smartphone tertinggi di Indonesia, '' ujar Anton.

Menurut Anton agak aneh kalau banyak penggiat kepemiluan menolak Pilkada bulan Desember 2020. ''Kan masih Desember. Misalnya pendataan pemilih, verifikasi dukungan masih bisa dilakukan dengan protokol kesehatan. Kalau alasan kampanye kan tidak selalu harus dengan cara berkerumun. Toh bisa dilakukan melalui sosial media, media massa, door to door, pasang atribut dan lainnya, '' ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved