Breaking News:

Update Virus Corona Indonesia

Penerapan New Normal Disarankan Diterapkan Jika Penambahan Kasus di Bawah 1 Persen

Sementara saat ini kasus memang menurun tapi di beberapa daerah mulai ada penambahan yang naik sangat signifikan seperti di Jawa Timur.

Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Ketua Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M. Faqih saat ditemui di kantor pusat IDI, di Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah diminta melakukan berbagai pertimbangan sebelum menerapkan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonedia (IDI), Daeng M. Faqih.

Daeng menjelaskan penerapan new normal harus menunggu sampai kasus menurun secara stabil hingga penambahannya hanya dibawah satu persen saja.

Sementara saat ini kasus memang menurun tapi di beberapa daerah mulai ada penambahan yang naik sangat signifikan seperti di Jawa Timur.

"Kalau kurva menurun sudah landai pertambahan kasus kasus dibawah 1 persen nah itu sudah masuk kriteria, tapi kalau masih tinggi-tingginya seperti Jawa Timur bahkan mau mencapai puncak rasanya belum masuk kriteria ini (new normal)," kata Daeng saat webinar bersama Betadine, Senin (1/6/2020).

Kemudian dalam menerapkannya Daeng mengimbau agar jangan langsung dilakukan secara nasional tapi bertahap dimulai dari wilayah yang sudah mengalami penurunan kasus yang stabil.

"Ada standar dan tahapan karena tidak semua bisa diterapkan secara nasional, jadi bisa diterapkan berdasarkan skala priotritas dengan pentahapan misalnya daerah mana yang masuk indikasi epidemologis," ungkap Daeng.

Daeng juga merekomendasikan agar aktivitas uang dimulai juga dilakukan bertahap jangan sampai pusat-pusat keramaian dibuka secara bersamaan.

"Aktivitasnya teratur tidak sekaligu, misalnya kegiatan tertentu di perkantoran dicoba juga aktovitas pabrik yang kawasan terpisah dengan penduduk, tidak bisa serampanagan mall dan pasar dibuka bersamaan," kata Daeng.

Dalam penerapan new normal ini juga diperlukan protokol kesehatan seperti aturan memakai masker, jaga jarak, mauapun penyediaan alat kebersihan.

Protokol kesehatan itu sebagai panduan bagi masyarakat dalam memproteksi diri dari Covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung lama dan vaksinnya masih dalam proses penelitian.

"Protokol kesehatan harus disiapkan, protokol yang bisa mengubah perilaku kita untuk hidup bersih dan sehat dan protokol memofisikasi lingkungan kantor, pabrik, tempat ibadah, atau yang lainnya," pungkas Daeng.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rekomendasi Ketua IDI untuk Pemerintah, New Normal Berlaku Jika Penambahan Kasus di Bawah 1 Persen.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved