Internasional

Dituduh Sebagai Provokator Kerusuhan Demo Kematian George Floyd, Siapa Sebenarnya Kelompok Antifa?

Protes atas kematian George Floyd telah berubah menjadi kerusuhan, mendorong kota-kota besar untuk memberlakukan jam malam.

Afp/Tribunnews
Situasi Amerika Memanas, Demonstran Bakar dan Hancurkan Jendela di Dekat Gedung Putih 

TRIBUNMANADO.CO.ID, NEW YORK - Senin (1/6/2020) Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya akan memasukkan kelompok anti-fasis Antifa ke dalam daftar organisasi teroris.

Ia menuduh Antifa merupakan dalang kerusuhan di tengah protes kematian George Floyd.

Kematian Floyd, setelah diinjak menggunakan lutut oleh perwira polisi yang menangkapnya, menyalakan kembali kemarahan pada perlakuan polisi terhadap orang keturunan Afrika-Amerika.

Protes atas kematiannya telah berubah menjadi kerusuhan, mendorong kota-kota besar untuk memberlakukan jam malam.

Garda Nasional - pasukan cadangan militer AS untuk keadaan darurat domestik - telah dikerahkan di 15 negara bagian untuk membantu pasukan polisi menangani kerusuhan tersebut.

Di Minneapolis, di mana Floyd meninggal pada hari Senin setelah seorang perwira polisi kulit putih berlutut di lehernya selama lebih dari delapan menit, pembakaran dan penjarahan selama lima hari berturut-turut.

Para pejabat AS telah memberikan penjelasan yang berlainan terkait siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut, dengan beberapa di antaranya menuding kelompok luar dan individu terlibat.

Pada hari Sabtu, Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan bahwa pengaruh asing, supremasi kulit putih dan kartel narkoba berada di belakang kerusuhan, memberikan sedikit rincian lainnya.

Sementara, melalui cuitan di akun Twitter, Presiden AS Donald Trump menyalahkan "kelompok anarkis yang dipimpin Antifa" dan "Anarkis Kiri Radikal" atas kerusuhan itu, namun tanpa memberikan penjelasan lebih spesifik.

Trump tidak merinci bagaimana atau kapan ia akan memasukkan Antifa sebagai organisasi teroris.

Halaman
1234
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved