News

Taylor Swift Beri Komentar Pedas pada Trump yang Izinkan Polisi Tembak Penjarah di Aksi George Floyd

Adanya hal tersebut pun membuat Presiden Donald Trump memberikan komentarnya, melalui cuitannya di twitter.

(wionews.com)
Kolase foto Donald Trump dan Taylor Swift 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kekacauan dan kerusuhan terjadi di beberapa bagian wilayah AS, tidak hanya itu penjarahan pun juga terjadi.

Hal tersebut ialah buntut dari Kasus kematian seorang warga Amerika Serikat (AS) bernama George Floyd hingga mengundang kerusuhan besar.

Kerusuhan tersebut dipicu atas tindakan semena-mena kepolisian Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat terhadap pria berkulit hitam bernama George Floyd.

Putuskan Keluar dari WHO, Uni Eropa Desak AS Pikirkan Kembali

George Floyd diketahui meninggal dunia setelah lehernya diinjak oleh seorang polisi setempat karena dianggap melawan petugas pada Senin (25/5/2020) lalu.

Dilansir dari Mirror.co.uk, petugas polisi menghimpit leher George Floyd yang terkapar di aspal, petugas polisi Minneapolis tersebut bernama Derek Chauvin (44).

Hingga akhirnya George Floyd mengerang kesakitan, dan meminta tolong, namun sayng nayawanya tak tertolong.

Toko swalayan target menjadi incaran penjarahan demonstran. 

Sebuah video pun beredar para demonstran sukses menjarah toko hingga membawa pulang barang-barang.

Adanya hal tersebut pun membuat Presiden Donald Trump memberikan komentarnya, melalui cuitannya di twitter.

Presiden AS Donald Trump menyebut para penjarah itu sebagai preman.

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved