Berita Internasional

Dewan Garda Iran Menyangkal Penyebab Kematian Gadis Remaja di Tangan Ayahnya Akibat Kelalaian RUU

Honor killing adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kasus pembunuhan terhadap anggota keluarga yang dianggap telah mencemari nama baik.

Masih Alinejad/twitter/dailymail
Romina Ashrafi (13) gadis Iran tewas dibunuh ayah kandung menggunakan sabit atau arit pertanian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sabtu 30 Mei 2020 kemarin, Dewan Garda Iran telah menyangkal bahwa pembunuhan seorang gadis oleh ayahnya merupakan sebuah tindak 'kelalaian' atas keterlambatan dalam pengesahan Undang-undang perlindungan anak yang baru.

Kasus pembunuhan 'kehormatan' atau 'honor killing' yang terjadi pada Romina Ashrafi (14) memicu amarah besar di Iran. Media bahkan mengecam 'kekerasan yang dilembagakan' di republik Islam Iran yang patriarkis itu.

Honor killing adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kasus pembunuhan terhadap anggota keluarga yang dianggap telah mencemari nama baik keluarganya.

Dilansir media Perancis AFP, setelah kematiannya, Wakil Presiden Urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar menyesalkan penundaan pengesahan oleh Dewan Wali yang beranggotakan 12 orang tentang perlindungan anak-anak dan remaja.

Ebtekar mengatakan RUU itu berada dalam "tahap akhir" persetujuan oleh dewan dan mendesak lembaga puncak.

Lembaga itu bertugas memastikan Undang-undang sesuai dengan konstitusi dan hukum syariah Islam, untuk mengesahkannya dengan cepat.

Dewan sebelumnya telah meminta sebanyak tiga kali untuk perubahan rancangan Undang-undang setelah disahkan oleh anggota parlemen, hal ini ditulis oleh koran reformis Ebtekar pada Rabu lalu.

Harian itu mengatakan keprihatinan mereka bahwa penundaan berikutnya akan menjatuhkan RUU itu, terutama karena parlemen baru di Iran didominasi oleh kaum konservatif dan garis keras.

"Tidak ada kelalaian di pihak dewan... mengenai persetujuan rancangan Undang-undang tentang hak-hak anak," kata juru bicara Dewan Wali, Abbas Ali Kadkhodaee, pada Sabtu (30/5/2020).

"Dan saya tidak melihat adanya keterkaitan antara RUU ini dengan kenyataan kejahatan keji yang terjadi ini," katanya dalam konferensi pers.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved