Breaking News:

Update Virus Corona Bitung

Mantan Ketua DPRD Bitung Santy Luntungan Soroti Rumah Singgah di SMPN 6

Dalam keterangannya, sama sekali tidak mengetahui lokasi sekolah, dijadikan tempat rumah singgah.

Istimewa
Kolase Narasumber Berita Santy G Luntungan (SGL) dan Kolase foto ruang sekolah SMPN 6 yang sempat di jadikan rumah singgah dan dua orang yang sudah di pindahkan ke rumah singgah Rusunawa Sagerat, Jumat (29/5/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Keberadaan rumah singgah sementara di SMPN 6 Sagerat, menuai tanda tanya besar dari Santy G Luntungan (SGL) mantan Ketua DPRD Bitung periode 2009 - 2014.

Dalam keterangannya, sama sekali tidak mengetahui lokasi sekolah, dijadikan tempat rumah singgah.

Tidak ada petugas maupun tanda-tanda yang menunjukkan kalau sekolah itu dijadikan rumah singgah dan keterbukaan informasi pun tidak ada sama sekali untuk mempertanyakan keberadaan rumah singgah itu.

"Apakah yang dilakukan pemerintah kota Bitung itu resmi, diketahui oleh warga setempat. Karena setelah kami cek lurah saja tidak tau dan tidak ada pemberitahuan ke warga sekitar," tanya SGL sapaannya kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Dia jelaskan pria yang mahir di dunia otomotif khususnya shalom dan road race, keberadaan rumah singgah sangat tidak sesuai dengan standart prosedur karena dari amatan tidak ada petugas yang melakukan penjagaan dan tidak ada fasilitas  pendukung lainnya sesuai standart kesehatan.

Sehingga dikuatirkan, ketika ada penghuni di rumah singgah lalu  keluar ke warung misalnya, terjadi kontak dengan warga sekitar yang tidak terinformasi status kesehatan mereka apakah orang dalam pemantauan (ODP) atau orang tanpa gejala dan lainnya.

Lanjutnya, keberadaan rumah singgah sementara di SMPN 6 Bitung yang tepat berada di depan rumah pribadi nya di tuguh perbatasan Bitung - Minut sempat dia pertanyakan dan diunggah di grup media sosial (medsos) facebook mendapat respons dan komen dari banyak orang.

"Kedepan dalam rangka musibah bencana non alam seperti ini, kami harap pemerintah dan semua pihak dalam mengambil kebijakan harus di pikirkan matang-matang dan di beri tau ke warga. Agar warga  tidak ada rasa cemas dan takut, karena bicara tentang covid 19 sangat sensitif," tandasnya.

Masalah ini ketika di konfirmasi kepada dr Jeannet Watuna kepala Dinas Kesehatan kota Bitung mengatakan, terhitung sejak Jumat (29/5/2020) sore SMPN 6 Sagerat sudah tidak di jadikan rumah singgah.

"Jadi ada dua orang yang sempat di pantau disitu, yaitu pelaku perjalanan lintas provinsi yang di periksa oleh kantor kesehatan pelabuhan dan dinas kesehatan. Saat di rapid test hasilnya reaktif dan karena tidak ada keluarga atau tempat tinggal di Bitung sehingga kami titipkan sementara disitu," jelas Watuna.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved