Nasional

Ombudsman Bertemu Pertamina, Pupus Harapan BBM Turun

Secara korporasi, jika harga dipaksakan turun maka Pertamina akan menderita kerugian. Bahkan berpotensi terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tribun Manado / Fernando Lumowa
Pertamina Integrated Terminal Bitung. Dari sini, kebutuhan BBM dipasok ke seluruh wilayah Sulut, Sulteng dan Malut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Masyarakat sempat berharap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa turun mengikuti harga minyak dunia yang juga turun.

Tapi setelah Ombudsman Republik Indonesia bertemu dengan Manajemen PT Pertamina, harapan tersebut pupus.

Hasil pertemuan mereka menyatakan harga BBM sulit turun dalam kondisi sekarang.

Pertemuan Ombudsman dengan manajemen Pertamina berlangsung Selasa (19/5/2020) silam.

Pertemuan ini sebenarnya bertujuan menelusuri penyebab harga BBM di Indonesia tidak kunjung turun meski harga minyak dunia sempat melemah hingga di bawah US$ 20 per barel.

Rupanya dalam pertemuan itu Ombudsman mendapat penjelasan gamblang dari Pertamina.

Anggota Ombudsman RI Laode Ida mengungkapkan, paling tidak ada empat alasan mengapa PT Pertamina (Persero) sebagai penyalur utama BBM di dalam negeri belum menurunkan harga.

"Mereka (direksi Pertamina) telah memberikan penjelasan, dan kami melakukan diskusi tentang itu," kata Laode kepada Kontan.co.id, Rabu (27/5/2020).

Alasan pertama, harga pokok BBM yang dijual di Indonesia sekarang ini masih menggunakan harga atau komponen biaya sebelum harga minyak mentah dunia anjlok.

Kedua, perusahaan migas plat merah tersebut masih mencermati fluktuasi harga minyak dunia, yang saat ini tren harganya cendung meningkat.

Halaman
123
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved