Update Virus Corona Bolmut
Efek Work From Home, 654 Orang Ibu Positif Hamil di Bolmut
abupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulut, angka kehamilan hingga bulan April 2020 mecapai 654 orang Ibu Hamil.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Dampak pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melakukan berbagai protokol pencegahan penularan.
Selain menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan imbauan Work From Home (WFH) atau beraktivitas dari rumah menjadi pilihan untuk memutuskan rantai penularan virus tersebut.
Namun, di satu sisi, masyarakat yang tinggal di rumah berdampak besar pada kehidupan suami istri, khususnya pada tingginya angka kehamilan selama beberapa bulan terakhir ini.
Tercatat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulut, angka kehamilan hingga bulan April 2020 mecapai 654 orang Ibu Hamil.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bolmut Ali Dumbela melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Diatri Macpal AMG mengatakan akibat efek Corona jumlah ibu hamil murni tahun 2020 dari bulan januari total 471 orang, dari bulan Januari hingga April.
"Kalau dihitung akumulasi dari bulan Desember tahun 2019 mencapai 654 orang Ibu hamil di Kabupaten Bolmut," jelas Diatri kepada Tribun Manado, Rabu (27/5/2020).
Dikatakannya, angka ini cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama yakni di bulan Januari hingga April tahun 2019 lalu.
"Jika dibandingkan tahun 2019 ada 567 ibu hamil per januari sampai dengan april jika dihitung murni dari awal tahun 2019, namun kalau dibandingkan secara murni dengan tahun 2020, masih lebih tinggi yang awal tahun 2019," ungkap Diatri.
Melihat hal ini, dirinya mengatakan sesuai dengan imbauan pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menunda dulu rencana kehamilan untuk mencegah hal-hal yang dapat menimbulkan resiko selama masa pandemi covid-19 ini.
"Sesuai dengan imbauan memang perlu menunda kehamilan, mengantisipasi adanya kehamilan yang tidak diinginkan dan bertambahnya kelahiran bayi di masa yang akan datang," jelas Diatri.
"Ini juga mengantisipasi, kelahiran yang tidak terencana yang dapat memunculkan sejumlah risiko, diantarannya masalah ekonomi," pungkasnya. (Mjr).
BERITA TERPOPULER :
• Dapat Pesan dari Jokowi, Anies Baswedan: Diarahkan Presiden Bahwa Kita Harus Disiplin Jalankan PSBB
• Dikabarkan Berselisih, Ustaz Yusuf Mansur Dukung Anies Baswedan Menang di Pilpres 2024
• Tanpa Sadar Maling Ini Masuk Ruang Pasien Virus Corona, Terekam CCTV Curi 2 Ponsel, Kini Diisolasi
TONTON JUGA :