News
BI Sulut: Dampak Covid-19 ke Ekonomi Sulut Semakin Besar, Apa yang Harus Dilakukan?
Bank Indonesia (BI) Sulut memperkirakan risiko dampak Covid-19 pada pada pertumbuhan ekonomi Sulut.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Indonesia (BI) Sulut memperkirakan risiko dampak Covid-19 pada pada pertumbuhan ekonomi Sulut akan semakin besar.
Penutupan penerbangan internasional secara total, penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, dan penutupan penerbangan domestik diperkirakan akan mempengaruhi kinerja perekonomian secara umum.
"Selain itu, kata Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat, pembatasan aktivitas sosial diperkirakan akan mempengaruhi perekonomian terutama dari risiko turunnya permintaan yang ditransmisikan pada penurunan insentif produksi.
"Selain itu terdapat risiko tertahannya pertumbuhan konsumsi pemerintah seiring dengan penurunan pendapatan dan terbatasnya aktivitas yang bisa dilakukan," katanya, Selasa (26/05/2020).
Menyikapi berbagai tantangan dan risiko ke depan tersebut, BI meningkatkan dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna mengurangi dampak pandemi Covid-19 pada perekonomian Sulut.
"Penguatan dukungan sistem pembayaran non tunai untuk mendukung kegiatan transaksi perekonomian terutama bagi pedagang di pasar tradisional secara online terus kami tingkatkan," ujarnya.
Hal ini penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap terjadi dalam perekonomian dan pada akhirnya akan menjaga pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat di tengah pandemi.
Contoh dari kebijakan itu ialah penerapan program Bersehati Online.
Kata Arbonas, implementasi kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka menjaga daya beli masyarakat melalui skema social safety net (jaring pengaman sosial) perlu terus didukung.
Terutama bagi masyarakat miskin maupun masyarakat rawan miskin akibat shock pandemi Covid-19 pada perekonomian.
Selain itu, kebijakan stimulus ekonomi lainnya seperti implementasi keringanan pembayaran pajak, keringanan pembayaran listrik untuk UMKM, dan restrukturisasi kredit.
"Dengan adanya insentif, stimulus, diharapkan mampu menjaga dunia usaha tetap bertahan untuk siap di masa recovery perekonomian," kata Arbonas.(ndo)
BERITA TERPOPULER :
• KABAR BAIK: Ini Hasil Uji Coba Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia
• Dampak Covid-19, Harta Pengusaha Turun Ratusan Triliun Rupiah, Ini Daftar Orang Terkaya di Indonesia
TONTON JUGA :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kepala-bi-sulut-arbonas-hutabarat-897.jpg)