News

Nelayan Ramai-ramai Evakuasi Kapal Setelah Diprediksi Akan Ada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

Kabarnya diprediksi cuaca memburuk di Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul, Yogyakarta, memaksa nelayan mengevakuasi kapal yang biasa bersandar di tepi

(japantimes.2xx.jp)
ILUSTRASI gelombang tinggi - Peringatan Dini BMKG Besok, 10 Februari 2020: Yogyakarta Berpotensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya diprediksi cuaca memburuk di Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul, Yogyakarta, memaksa nelayan mengevakuasi kapal yang biasa bersandar di tepi pantai.

Dari prediksi tersebut di prakirakan cuaca buruk akan menyebabkan ketinggian gelombang mencapai 4 meter dalam beberapa hari mendatang.

Disampaikan dari Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sumardi mengatakan, sejak adanya informasi prediksi gelombang tinggi akan menghantam wilayah pantai selatan, pihaknya bersama nelayan mengevakuasi hampir seluruh kapal yang biasa diparkir sekitar kawasan pantai.

1 Penumpang Tewas Setelah Bajaj yang Mengalami Rem Blong Tabrak Bus Transjakarta

Pemprov DKI Tolak Ribuan Permohonan Surat Izin Keluar Masuk, Ada yang Izin Mudik untuk Reuni Sekolah

Dampak Covid-19, Harta Pengusaha Turun Ratusan Triliun Rupiah, Ini Daftar Orang Terkaya di Indonesia

Ilustrasi gelombang tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi (Kompas.com/JUNAEDI)

Hal ini untuk mengantisipasi kerusakan kapal akibat hantaman gelombang tinggi.

"Sudah ada 40-an kapal yang dievakuasi ke atas tanggul, sebagian masih di lokasi aliran sungai (sungai yang bermuara di pantai Baron)," kata Sumardi saat dihubungi melalui pesan singkat Senin (25/5/2020).

Diakuinya, dengan kondisi tidak ada pengunjung dan cuaca buruk seperti saat ini menyulitkan nelayan.

Memang biasanya jika saat libur lebaran banyak wisatawan berkunjung bisa menambah pemasukan bagi nelayan menyewakan kapal untuk dinaiki disekitar pantai.

"Kalau cuaca mendukung nelayan masih bisa mencari ikan meski hasilnya sedikit-sedikit," kata Mardi.

Koordinator SAR Satlinmas wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada nelayan terkait adanya perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Hal ini berdasarkan laporan BMKG dan juga situs pengamatan cuaca yang digunakan tim SAR.

Cuaca Buruk
Ilustrasi Cuaca Buruk (Tribun Manado/ANDREAS RUAUW)

"Untuk gelombang tinggi tertinggi tanggal 27 Mei dan 29 Mei, dengan ketinggian 4 meter," kata Marjono.

Dia mengatakan, ketinggian gelombang ini berbahaya bagi nelayan, dan beruntung saat ini sedang tidak ada wisatawan karena kawasan pantai sudah tertutup bagi wisatawan.

Pihaknya bersama nelayan sudah mengevakuasi kapal-kapal yang berada di pinggiran pantai.

5 Negara Termasuk Indonesia Mendukung Gencatan Senjata Antara Taliban dan Pemerintah Afghanistan

Dampak Covid-19, Harta Pengusaha Turun Ratusan Triliun Rupiah, Ini Daftar Orang Terkaya di Indonesia

Jengkel, Pesan Penggali Kubur Bagi Pelanggar PSBB Covid-19, Kami Sudah Siapkan Lubang Makamnya

Taiwan Memancing Amarah China Dengan Memberi Dukungan ke Pemrotes Hong Kong

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Nelayan Ramai-ramai Evakuasi Kapal"

Editor: Glendi Manengal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved