Hubungan AS dan Rusia

Semakin Memanas, Rusia dan AS Saling Tuduh Langgar Perjanjian Mata-mata Open Skies

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Washington tidak mengutip fakta untuk mendukung tuduhan yang diberikan terhadap Rusia.

Net
Presiden Rusia, Vladimir Putin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOSCOW - Amerika Serikat menuduh Rusia berulang kali melanggar perjanjian mata-mata Open Skies yang memungkinkan penerbangan pengintaian tidak bersenjata atas negara-negara anggotanya.

Namun Rusia membantah tuduhan tersebut. Sebaliknya, justru Rusia mengatakan bahwa Washington yang telah melanggar persyaratan pakta tersebut.

Dilansir dari Reuters, Washington sebelumnya pihaknya akan menarik diri dari perjanjian 35 negara ini dalam waktu enam bulan.

Rencana ini menjadi langkah terbaru dari pemerintahan Trump untuk menarik diri dari kesepakatan global dengan sejumlah negara besar lain.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Washington tidak mengutip fakta apa pun untuk mendukung tuduhan yang diberikan terhadap Rusia.

Dia menggambarkan apa yang dia katakan adalah pelanggaran AS terhadap perjanjian tersebut sebagai "flagrant" dan berjanji untuk memberikan bukti terperinci dari mereka kepada negara-negara anggota lainnya.

"Kami akan menghabiskan lebih banyak waktu berdialog dengan negara-negara ini untuk menunjukkan mengapa Amerika Serikat berbohong dalam klaimnya bahwa Rusia melanggar perjanjian Open Skies," ujar dia.

"Lalu soal mengapa AS sendiri melanggar perjanjian ini, dan apa yang ditawarkan Rusia ke depan,” kata Ryabkov.

Ketidaksepakatan antara kedua kekuatan besar ini memburuk pada saat Washington mempertimbangkan apakah akan setuju untuk memperpanjang perjanjian START Baru 2019.

Ryabkov mengatakan usulan Washington untuk menarik diri dari perjanjian mata-mata Open Skies mencerminkan keputusan AS untuk menarik diri dari Perjanjian Nuklir Jangka Menengah dengan Rusia pada Agustus 2019.

"Runtuhnya perjanjian itu, dalam banyak hal kunci untuk stabilitas strategis, adalah fase lain dalam pembongkaran Amerika terhadap arsitektur keamanan internasional," kata Ryabkov.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Panas, Rusia dan AS saling tuduh telah melanggar perjanjian mata-mata Open Skies.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved