PSKH

PSBB Berakhir Diganti dengan PSKH, Akan Berlaku di Palangkaraya

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diganti dengan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) akan berlaku di Palangkaraya

Istimewa Via banjarmasinpost.co.id
Wakil Wali Kota Palangkaraya, Umi Mastikah dan Forkopimda Kota Palangkaraya saat melakukan rapat evaluasi pelaksanaan PSBB yang akhirnya tidak diperpanjang setelah 14 hari dilaksanakan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota Palangkaraya akan mengganti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH).

Hal itu berdasarkan keputusan bersama Forkopimda dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalteng, Jumat (22/5).

Sesuai jadwal PSBB di Palangkaraya akan berakhir pada besok Minggu 24 Mei 2020.

PSBB tidak akan diperpanjang diganti dengan PSKH

Wakil Wali, Hj Umi Mastikah, mengatakan pemko akan mengganti PSBB menjadi Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH).

“Pelaksanaan PSKH tidak kalah ketatnya dibandingkan dengan PSBB, karena semua kelurahan yang masuk zona merah dilakukan pengawasan seperti sebelum dilaksanakannya PSBB. Pihak TNI dan Polri dan lainnya punya strategi sendiri dalam pengetatan PSKH tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh Wakil Wali Kota, Hj Umi Mastikah mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan video conference dengan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan para bupati se-Kalteng yang telah menyepakati untuk pelaksanaan Salat Ied dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penyebaran Covid-19. (*)

Masyarakat Tak Dilarang Lagi 

Sudah tak lagi dilarang, masyarakat sudah boleh menggelar pesta pernikahan dan khitanan. 

Pemerintah sudah mengizinkan namun harus menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved