Berita Manado
Pasien Terkonfirmasi Positif Hari Ini 3 Orang, Total Ada 125 Kasus di Kota Manado
Sulawesi Utara (Sulut), hari ini ketambahan tiga kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Penulis: Erlina Langi | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara (Sulut), hari ini ketambahan tiga kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Meski begitu, penambahan tersebut, didominasi oleh warga Kota Manado.
Juru bicara tim gugus tugas Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel, Sabtu (23/5/2020) dalam vidcon menjelaskan tiga orang yang dinyatakan positif hari ini, keseluruhannya adalah warga Kota Manado.
• BREAKING NEWS, Virus Corona di Sulawesi Utara Meningkat jadi 201 Kasus
"Pertama pasien 199 laki-laki usia 54 tahun asal Manado, yang bersangkutan diketahui merupakan PDP di RSUP Prof Kandou yang telah dinyatakan meninggal pada 21 Mei, namum hasil tes TCM Positif Covid-19," bebernya
Kemudian lanjut Dandel pasien 200 laki-laki usia 25 tahun asal Manado diketahui merupakan karyawan Faskes A "Dan terakhir pasien 201 Perempuan usia 41 tahun asal Manado, merupakan KERT kasus 74," jelas dia
Dari data yang dihimpun pada Jumat (22/5/2020) ada 122 kasus terkonfirmasi positif di Kota Manado, sehingga ketambahan tiga hari ini membuat kumulatif kasus Covi-19 di Manado mencapai 125 orang, 97 yang di rawat dan 10 meninggal sedangkan 18 orang dinyatakan sembuh. (drp)
RINCIAN 3 Pasien Baru Virus Corona Sulut
Satgas Covid-19 Sulut kembali mengupdate kasus virus corona di Sulawesi Utara.
Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel menjelaskan hari ini Sulut bertambah 3 orang yang terkonfirmasi virus corona.
"Hari ini kita ketambahan 3 Kasus yang terkonfirmasi virus corona," jelas Dandel dalam konfrensi pers, Sabtu (23/5/2020).
Dia pun merinci 3 pasien tersebut.
Kasus 199: Laki-laki 54 Tahun Asal Manado, yang Bersangkutan adalah PDP di RSUP Prof Kandou Malalayang namun sudah meninggal pada tanggal 21 Mei 2020.
Kasus 200: Laki-laki 25 Tahun Asal Manado, Karyawan dari Salah Satu Fasilitas Kesehatan A di Kota Manado.
Kasus 201: Perempuan 41 Tahun Asal Manado, Kontak Erat Resiko Tinggi dengan Kasus Nomor 74.
Dandel pun meminta dengan sangat kepada masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi kepada pasien yang positif virus corona.
"Pasien sementara berjuang tapi malahan dikucilkan, keluarga mereka juga dibuat dengan tidak semestinya, karena tidak ada seorangpun yang ingin terpapar," tegas Dandel.
Setiap jumpa pers Dandel terus mengajak masyarakat agar terus berdoa kepada Tuhan, apapun agamanya agar pandemi ini cepat berakhir.
Jubir juga meminta, agar semua masyarakat saling topang menopang, agar virus ini cepat berakhir dan tidak ada diskriminasi.
"Mari kita selalu berdoa untuk para pasien," jelas Dandel.
Dandel mengatakan agar masyarakat jangan terlena, karena metode pengobatan dan obat yang ampu untuk menyembukan orang yang terpapar, hingga saat ini, belum ada.
"Para petugas medis dilapangan sejauh ini hanya berupaya meningkatkan kekebalan tubu dan sistem imunitas, untuk sisanya tergantung dari pasien, sejauh mana imunnya akan meningkat dan membunuh Covid-19," bebernya.
Untuk pengobatan paten tambah dia, sejauh ini belum ada sebab metode pengobatan dan vaksinnya, masih sementara dikembangkan.
"Maka dari itu, diharapkan seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terlena bahwa Covid-19 sudah bisa disembuhkan. Tetap jaga kesehatan, jaga jarak dan selalu ikuti anjuran pemerintah," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-covid-19-provinsi-sulawesi-utara-steaven.jpg)