News

Lusinan Perusahaan Milik China Dimasukkan Donald Trump ke Daftar Hitam, Terungkap Alasannya

Amerika Serikat ( AS) menyatakan akan menambah 33 perusahaan China ke dalam daftar hitam (blacklist) ekonomi.

Matamatapolitik
Ilustrasi China dan Amerika 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perang dagang AS dan China terus berlanjut.

AS bakal membatasi penjualan kepada beberapa perusahaan milik China.

Amerika Serikat ( AS) menyatakan akan menambah 33 perusahaan China ke dalam daftar hitam (blacklist) ekonomi.

Disebut-sebut, perusahaan dan institusi itu membantu Beijing memata-matai populasi minoritas Uighur.

WHO Nyatakan Amerika Latin Jadi Titik Episentrum Baru Virus Corona Dunia: Kita Harus Sering Berdoa

Langkah Departemen Perdagangan AS menandai upaya terbaru pemerintahan Trump untuk menindak perusahaan yang produknya dapat mendukung kegiatan militer China.

Sekaligus, menghukum Beijing karena perlakuannya terhadap minoritas Muslim.

"Tujuh perusahaan dan 2 institusi terlibat dalam pelanggaran HAM dan pelanggaran yang dilakukan dalam kampanye penindasan China, penahanan massal sewenang-wenang, kerja paksa, dan pengawasan teknologi tinggi terhadap Uighur" ujar Departemen Perdagangan AS dikutip Reuters, Sabtu (23/5/2020).

Sebanyak dua lusinan lembaga baik lembaga pemerintah maupun organisasi komersial ditambahkan dalam daftar hitam karena mendukung pengadaan barang yang digunakan oleh militer China.

Adapun perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar hitam adalah perusahaan yang fokus pada kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah (face recognition), di mana perusahaan AS seperti Nvidia Corp dan Intel Corp telah banyak berinvestasi di dalamnya.

Di antara perusahaan daftar hitam itu, nama NetPosa disebut. NetPosa merupakan salah satu perusahaan AI terkenal di China, yang anak usaha face recognition-nya dikaitkan dengan pengawasan orang muslim.

Halaman
123
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved