Jangan Gunakan Cuka untuk Obati Kulit Terbakar Matahari, Ini Penjelasannya

Sebagian besar jenis cuka, seperti cuka sari apel dan cuka putih, memiliki tingkat pH antara 2 dan 3, yang membuatnya sangat asam.

Freepik.com
Ilustrasi kulit terbakar matahari. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Banyak cara kreatif yang tersedia di internet untuk mengobati luka bakar di kulit akibat sinar matahari atau sunburn.

Salah satu obat yang disarankan adalah cuka. Namun benarkah obat ini efektif dan aman bagi kulit?

Jawabannya tidak, karena keasamannya, cuka bisa berbahaya ketika digunakan pada kulit yang terbakar sinar matahari, kata Carol Cheng, MD, dokter kulit dan asisten profesor klinis di Geffen School of Medicine di UCLA.

Sebagian besar jenis cuka, seperti cuka sari apel dan cuka putih, memiliki tingkat pH antara 2 dan 3, yang membuatnya sangat asam.

Menerapkan ini pada kulit terbakar matahari dapat "merusak penghalang kulit yang sudah terbentuk" kata Cheng.

Hal itu dapat menyebabkan rasa sakit yang lebih parah, peradangan, dan penyembuhan yang tertunda.

Cuka juga mengandung bahan-bahan seperti asam asetat, asam laktat, asam sitrat, dan asam malat.

Menurut Cheng, menerapkan ini pada kulit sensitif, "dapat menyebabkan luka bakar kimia yang serius."

Selain itu, jika luka karena sengatan matahari terbilang parah seperti melepuh atau luka terbuka, menggunakan cuka akan membuat luka terasa lebih sakit.

Sebenarnya, ada banyak cara yang lebih aman dan lebih efektif untuk merawat kulit terbakar. Cheng merekomendasikan solusi berikut:

Halaman
123
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved