Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2020

Jelang Idul Fitri, Pusat Kota Lolak Padat, Malik Bawa Uang Pas

H - 2 hari raya Idul Fitri, pusat kota Lolak, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dipadati manusia

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Arthur Rompis
H - 2 hari raya Idul Fitri, pusat kota Lolak, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dipadati manusia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - H - 2 hari raya Idul Fitri, pusat kota Lolak, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dipadati manusia.

Tak peduli Covid 19 sudah begitu dekat, 1 kasus muncul di kecamatan Lolak, warga berjubel, tak berjarak, ada yang tak mengenakan masker.

Amatan Tribun Manado, Jumat (22/5/2020), kepadatan nampak di deretan stan pedagang
kaki lima yang menjual pakaian.

Toko pakaian juga diserbu warga. Arus manusia tak putus. Sejak pagi. Siang kian banyak.

Antrean panjang nampak di Bank BNI Bolmong yang berada tak jauh dari pasar.

Tempat duduk di depan bank tidak cukup menampung nasabah.

Promo Bosowa Berlian Motor, Beli Cold Diesel dan FUSO Berhadiah TV 32 Inch, Kulkas dan Rice Cooker

Hingga banyak yang berdiri atau menanti di dalam mobil yang parkir depan bank tersebut.

Kemacetan terjadi di jalan keluar pusat pertokoan. Puluhan bentor dan kendaraan roda empat berlomba
menerobos masuk pasar.

Pasar sendiri sudah sepi. Namun pada beberapa titik terlihat penjual daging. Banyak warga
singgah di sana.

Anti warga Desa Sauk mengaku tak ada pilihan lain untuk belanja selain datang di Lolak.

"Habis mau belanja dimana lagi," kata dia.

Lanjut Usia Dominasi Pasien Positif Corona yang Meninggal di Sulut, Ini Rinciannya

Anti datang bersama seorang anaknya. Mereka membeli pernak pernik lebaran serta
baju untuk anak.

"Paling utama baju untuk anak saya," kata dia.

Ungkapnya, pembelian tahun ini tak sebanyak tahun sebelumnya. Selain karena sulit uang, ia juga
enggan berlama - lama di pasar.

"Takut corona," kata dia.

Anti dan anaknya mengenakan masker. Akunya, hanya itu benteng keduanya terhadap corona.

"Sulit sekali jaga jarak di pasar ini," kata dia.

Malik warga Desa Tambolango mengatakan, ia sedapat mungkin memakai protokol Covid 19.
"Saya memakai masker, jaga jarak dan bawa uang pas," kata dia.

Seperti Anti, ia mengakui susah jaga jarak di pasar sepadat itu.

Gara-gara Mogok Kerja, 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Sumsel Dipecat, Tuntut APD hingga Insentif

Rizal pedagang baju menyebut, pembeli mulai banyak jelang lebaran.

Sebelumnya ia sulit mencari pembeli. "Pembeli mulai ramai, saya mulai dapat uang," kata dia.
Kendati demikian, dibanding tahun lalu, keuntungannya menyusut jauh.

"Tahun lalu sehari bisa untung sampai Rp 500 ribu, itu tiap hari, kini hanya setengah yang saya dapat, itupun cuma beberapa hari ini," kata dia.

Kadis Kesehatan Bolmong Erman Paputungan mengimbau warga untuk menerapkan
protokol Covid-19 bila hendak keluar rumah.

"Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan," kata dia. (art)

Promo Telkomsel, Kuota Internet Gratis 3.5 GB, Hanya Belanja di Google Play Store, Ini Caranya

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved