Berita Tomohon

Awalnya Kompak Gelar Pesta Miras, Tiga Sekawan Malah Nyaris Baku Hantam Gunakan Sajam

ketiga orang tersebut dilaporkan sempat membuat resah warga lantaran terlibat keributan dengan menggunakan senjata tajam, pada Kamis (21/5/2020)

Istimewa
Tiga Sekawan diamankan di Polisi karena buat Onar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Tim Unit Reaksi (URC) Totosik, Polres Tomohon mengamankan 3 orang, masing-masing lelaki berinisial MT (37) warga Kelurahan Woloan Satu Utara dan dua orang warga Woloan Dua, yaitu VK (41) dan ES (38).

Pasalnya ketiga orang tersebut dilaporkan sempat membuat resah warga lantaran terlibat keributan dengan menggunakan senjata tajam, pada Kamis (21/5/2020) malam.

Alhasil ketiga terpaksa harus diamankan dan digiring ke Mapolsek Tomohon Tengah.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot, melalui, melalui Kepala Tim URC Totosik Bripka Yanny Watung mengungkapkan awalnya kejadian diketahui usai adanya laporan dari warga.

Sehingga Tim Totosik yang saat itu sedang melakukan Patroli langsung menuju TKP.

Sulut Ketambahan Alat Deteksi Covid-19, TCM Mulai Dioperasikan di RSUP Kandou

"Setiba di TKP benar didapati pelaku MT sedang membuat keributan, dan kemudian langsung diamankan. Selanjutnya setelah dinterogasi MT mengaku alasan membuat keributan karena sebelumnya bersitegang dengan VK dan ES," jelas Yanny seraya penulusuran pun dilanjutkan dengan mencari VK dan ES.

"Tak lama berselang keduanya akhirnya berhasil diamankan di jalan depan rumah ES," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kejadian ini berawal sekira pukul 19.00 WITA saat MT dan VK datang ke rumah ES, untuk sama-sama melakukan pesta miras.

Namun saat ketiganya sedang menikmati miras, tiba-tiba MT dan VK bersitegang dan terjadi adu argumen antara keduanya.

PAC PDI Perjuangan Kotamobagu Dapat Sembako dari Ketua DPC

Bahkan, adu argumen keduanya yang sudah dalam pengaruh miras kian memanas dan nyaris mengarah ke perkelahian fisik.

"Dari situ ES menegur. Namun seakan merasa tak diindahkan ES masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah parang dan keluar rumah kemudian mengajak VK dan MT untuk berkelahi dengannya," terangnya.

Dia menambahkan ES melakukan hal tersebut, lantaran merasa marah karena kedua lelaki tersebut membuat keributan di rumahnya.

Melihat ES sudah memegang parang, MT langsung melarikan diri, selanjutnya parang yang dipegang dibuang ES.

Selang beberapa menit kemudian MT kembali lagi ke rumah ES dengan sudah membawa senjata tajam jenis Parang.

"Melihat hal tersebut ES kemudian mengambil sebilah pisau dan terjadi saling tantang. Warga masyarakat berusaha melerai kemudian membawa MT bergegas pergi meninggalkan ES. Sedangkan ES masih membuat keributan yang menyebabkan ES mengalami luka robek di tangan kanan akibat dari terkena pisau yang di pegangnya sendiri," terang Yanny. (hem)

Di Tengah Pandemi, Bupati Bolsel Pastikan Tidak Akan Open House di Idul Fitri

Penulis: Hesly Marentek
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved