Pasangan
Di Rumah Aja Bikin Sering Berantem dengan Pasangan? Berikut yang Bisa Dilakukan
Dalam merenungkan konflik, pertimbangkan apa yang bisa kita lakukan secara berbeda di lain waktu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada beberapa hal yang dilakukan pasangan mungkin membuat kita geram. Apalagi sekarang tidak bisa menghindar dan ketemu terus 24 jam di rumah.
Di satu sisi memang menyenangkan, namun di sisi lain tak jarang malah jadi semakin bertengkar.
Mulai dari hal-hal sepele, seperti pasangan lupa menjemur handuk, berebut acara TV atau Netflix, hingga ribut karena pasangan asyik main game sementara kita kelimpungan mengurus rumah dan anak.
Tak bisa dipungkiri, kondisi seperti tadi akan cepat mencetuskan emosi dan pertengkaran pun terjadi. Lantas, bagaimana mengatasinya?
Jangan defensif
Mungkin kita benar, tapi jangan jadi terlalu defensif dan memojokkan pasangan.
Sebab, menjadi defensif bisa membuat argumen terus berjalan dan konflik tak selesai.
Jika kita benar-benar merasa perlu mengklarifikasi mengapa kita berperilaku dengan cara tertentu, nanti saja ketika konflik benar-benar sudah berakhir dan segalanya sudah tenang.
Menurut Dr. Shorey, psikolog, dilansir dari Lifehacker.com, hal ini bermanfaat untuk mencapai kesepakatan dan menetapkan batasan serta aturan untuk masa depan.
Dalam merenungkan konflik, pertimbangkan apa yang bisa kita lakukan secara berbeda di lain waktu.
Beri Pasangan Ruang
Setelah konflik dan suasana jadi tidak enak, mungkin kita dan pasangan sama-sama memerlukan waktu sendiri dulu untuk merenung atau pulih dari amarah.
Sementara waktu, usahakanlah untuk tidak perlu berada di dekat pasangan sampai sebagian besar perasaan negatif kita berlalu.
Kadang-kadang masalah jadi makin rumit bila pasangan membutuhkan ruang sementara kita tidak, tapi jangan terlalu berpikir yang berlebihan.
Cukup hargai jika pasangan kita mengatakan dia perlu waktu sendirian.
Lagipula, memaksakan tetap dekat malah bisa memperburuk keadaan kalau pasangan memang merasa ingin menjaga jarak sejenak.
Lakukan Tindakan Baik
Melakukan tindakan baik mungkin tidak berfungsi jika kita masih berapi-api.
Tapi, langkah ini bisa jadi awal yang baik jika kita merasa mandek memberi tahu pasangan.
Sedikit kebaikan bisa menjadi pengingat bahwa kita peduli satu sama lain, dan kita peduli pada hubungan ini.
Tapi, kita tidak perlu berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa.
Kita bisa menunjukkan perhatian dan kasih sayang dengan mengirim pesan singkat seperti, “saya cinta kamu dan saya peduli dengan hubungan kita” pada pasangan.
Ketahui yang Dimau
Ini klise, tetapi komunikasi benar-benar penting dalam hubungan apa pun.
Mungkin sulit untuk berkomunikasi dengan jujur dan tenang setelah bertengkar.
Tetapi, jika kita tidak tahu apa yang dia harapkan dari kita, lalu dia juga tidak tahu apa yang kita harapkan darinya, siap-siap saja kalian berdua bakal sering mengalami kesalahpahaman.
Parahnya, ini juga berpotensi memunculkan masalah yang lebih besar. Enggak mau, kan?
Minta Bantuan
Jika kita benar-benar kesulitan, mungkin yang terbaik adalah berbicara dengan seorang profesional.
Konselor atau terapis dapat membantu kita memahami perasaan kita dan mengatasinya dengan cara lain.
Ya, memulihkan hubungan dari konflik bisa memakan waktu.
Bahkan, jika kita berdua sepakat bahwa konflik telah berakhir, mungkin saja sulit untuk melewati situasi dengan normal kembali.
Tapi ingat, komunikasi, pengertian, dan rasa hormat akan baik untuk membuat hubungan kita kembali ke jalurnya.(*)
Artikel ini telah tayang di NOVA dengan judul 5 Hal yang Perlu Dilakukan Bila Kita dan Pasangan Berantem Melulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pasangan-bahagia-berantem_20180523_161229.jpg)