Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2020

Bacaan Lengkap dan Tata Cara Shalat, Mengejar Lailatul Qadar di Malam ke 29 Ramadhan 1441

Malam Lailatul Qadar digambarkan Allah sebagai waktu yang lebih baik dari 1000 bulan. Hal ini diulas dalam Al Quran, Surat Al Qadr.

Bangka Pos
Ilustrasi Orang yang Mendapatkan Kemuliaan Lailatul Qadar di Bulan Ramadan Menurut UAS 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat muslim hampir menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1441 H

Malam ini adalah malam ke-29 Ramadhan 1441 H, umat muslim mengejar berkah malam Lailatul Qadar yang tiba di hari ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Selasa (19/5/2020)

Memasuki hari ke 29 Ramadhan 1441 H, umat muslim mengejar berkah pada malam Lailatul Qadar yang tiba pada hari ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Kamis (21/5/2020)

Sosok Mbah Minto yang Viral Bikin Najwa Shihab Kagum, Video Gagal Mudik Mengedukasi Masyarakat

Pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, umat muslim mengejar malam Lailatul Qadar 

Meski begitu, tidak disebutkan secara pasti malam Lailatul Qadar jatuh pada tanggal berapa di bulan Ramadhan

Malam Lailatul Qadar digambarkan Allah sebagai waktu yang lebih baik dari 1000 bulan.

Hal ini diulas dalam Al Quran, Surat Al Qadr.

 الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

"Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 3 – 5)

Sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, umat Islam memang diperintahkan untuk mencari Lailatul Qadar di bulan Ramadhan dengan cara memperbanyak amal ibadah.

Namun kapan sebenarnya waktu malam Lailatul Qadar?

Menurut Hadis Abu Hurairah, dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang lailatul qadar:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 1901)

Bacaan 10 Hari Terakhir Ramadhan

Seperti diketahui Bulan Ramadhan sudah memasuk hari ke 25 Ramadhan 1441 H. Itu artinya Bulan Ramadhan akan segera berakhir.

Umat Islam disunahkan semakin memperbanyak doa dan amalan ibadah di hari terakhir itu.

Berdasarkan Hadis yang diriwayarkan Rasulullah SAW, 10 hari terakhir bulan Ramadhan itu terdapat malam Lailatul Qadar.

Hal ini seperti sabda Rasulullah: "Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan." (HR. Imam Bukhari).

Hadis lain yaitu, Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya." (HR. Muslim dan Ahmad).

Juga Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya "dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam apabila telah masuk 10 terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Itu artinya malam Lailatul Qadar hanya akan didapatkan oleh orang yang sungguh-sungguh bertaubat.

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Dimana Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa yang lalu.

Doa Lailatul Qadar

Rasulullah Muhammad SAW pernah mengungkapkan doa yang dibaca untuk dapat Lailatul Qadar.

Doa itu pendek sehingga sangat mudah dibaca. Berikut Doa Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu.

Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah,

اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu anna" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).

Amalan Rasulullah di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Amalan sunah Rasulullah SAW di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sehingga mendapatkan Lailatul Qadar yaitu shalat malam.

Rasulullah menyebut shalat malam merupakan shalat yang paling utama setelah shalat lima waktu (maktubah), seperti dalam sabdanya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam." (HR Muslim).

Disampaikan Ustadz Abdul Somad dalam cuplikan video tanya jawab yang diunggah di kanal Youtube Mutiara Islam (21/6/2018).

Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyebut kapan tepatnya waktu Lailatul Qadar itu.

Namun ada hadis Nabi yang menjelaskannya.

Dalam hadis Nabis dijelaskan malam Lailatul Qadar bisa diperoleh di waktu 10 hari terakhir Bulan Ramadhan.

Sementara 10 hari terakhir Bulan Ramadhan 1441 H mulai Kamis (14/5/2020).

Berikut hadis Nabi Muhammad SAW tentang waktu Lailatul Qadar.

1. Abu Sa'id Al khudri berkata: 'Nabi selalu I'tikaf pada malam 10 hari bulan Ramadhan, ketika sore hari malam ke-20 Ramadhan berlalu dan menjelang hari ke 21, beliau pulang ke rumah yang diikuti oleh para sahabat yang i'tikaf bersamanya. Kemudian pada saat yang biasanya beliau pulang, tiba-tiba beliau berseru: 'Biasanya aku i'tikaf pada malam 10 hari Ramadhan ini, kemudian terbesit bagiku untuk i'tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan, maka Siapa yang i'tikaf bersamaku tetaplah dalam i'tikafnya, sebab aku telah diperlihatkan malam Lailatul Qadar kemudian dibuat lupa terhadap malam tersebut, karena itu carilah malam tersebut, pada 10 malam terakhir pada malam-malam ganjil. Telah ditunjukkan dalam mimpiku, aku sujud di atas tanah berair'. Tiba-tiba malam itu berawan dan hujan, sehingga masjid kebocoran terutama ditempat shalat nabi, saat itu bertepatan dengan malam 21. Kemudian aku melihat dengan mata kepalaku ketika nabi keluar dari shalat Subuh, wajah beliau berlumuran tanah berair (lumpur). (Al-Bukhari Kitab-32, Kitab Lailatul Qadar Bab 3) dikutip dari Sahih Bukhari Muslim disusun Muhammad Fu'ad Abdul Baqi.

2. Aisyah berkata: "Rasulullah biasa i'tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda: 'Carilah malam lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadjan,'" (Dikeluarkan oleh Bukhari pada kitab ke-32).

Cara mendapatkan Lailatul Qadar

Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya pernah menyebut cara mendapatkan Lailatul Qadar.

1. Berpuasa pada siang hari

Berpuasa di sini berarti menjaga mata, telinga, mulut, tangan, hingga kaki, bukan hanya lapar atau haus.

"Syiam itu tetap beraktivitas tapi menundukkan pandangan, jaga lidah," kata Ustaz Abdul Somad, dalam ceramahnya.

2. Beribadah di malam hari atau shalat malam

Ibadah ini seperti melakukan Shalat tarawih, membaca Alquran setelahnya.

Hal yang dilakukan berikutnya adalah tidur.

Dan kemudian bangun di sepertiga malam untuk Shalat tahajud dan Shalat lailatul qadar.

Ustazd Abdul Somad mengatakan tahajud bisa dilakukan 8 rokaat, 2 rakaat satu kali salam.

Setelah tahajud, seseorang bisa menyambungnya dengan beristigfar.

"Insyaallah, beramal dari malam pertama hingga terkahir, insyaallah Allah akan berikan malam lailatul qadar," ungkapnya.

"Makna lailatul qadar adalah tiap malam beribadah," imbuhnya.

Australia Gerah dengan Manuver Tiongkok di Laut China Selatan: Selesaikan Sesuai Hukum Internasional

Tata Cara Shalat Malam Lailatul Qadar

Berikut tata cara melakukan Shalat sunnah malam lailatul qadar yang dikutip dari kitab Durratun Nashihin hal 272.

Dilaksanakan dengan sedikitnya 2 rakaat 1 kali salam atau 4 rakaat 1 kali salam tanpa tasyahud awal, pelaksanaan Shalat sunnah ini maksimal hanya sampai 12 rakaat.

Untuk tata cara Shalat lailatul qadar secara umum sama dengan tata cara shalat pada umumnya.

1. Baca Niat

“Ushalli Sunnata lailatil Qadri Arba’arakaatin Lillahi Ta’aalaa”

2. Takbiratul ikhram

Sama seperti Shalat lainnya, Shalat lailatul qadar dimulai dengan melakukan gerakan takbiratul ikram dengan membaca kalimat takbir yaitu “”Alloohhu Akbar”

3. Membaca Al Fatihah dan surat pendek

Membaca Al Fatihah pada rakaat pertama hngga keempat.

Kemudian dilanjutkan membaca surat At Takasur, Al Qadr, dan Al Ikhlas, berturut-turut sebanyak tiga kali.

Jika tidak hafal, boleh diganti dengan bacaan surat lainnya.

4. Tak Ada Tahiyat Awal

Jika pada Shalat biasanya ada duduk diantara dua sujud atau tahiyat awal, maka pada Shalat lailatul qadar tidak ada.

Setelah sujud pada rakaat kedua langsung bangun dan lanjut pada rakaat ketiga.

5. Tahiyat Akhir (Rakaat keempat) dan salam

Setelah sujud rakaat keempat, kemudian duduk dan membaca doa tahiyat akhir.
Bacaan ini sama dengan Shalat wajib.

Setelah itu kemudian melakukan salam.

Niat Shalat Tahajud

Doa dan niat Shalat tahajud adalah sebagai berikut :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bahasa latin : Ushollii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya : Aku (niat). shalat sunat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta’ala

Shalat Tahajud dikerjakan sedikitnya dua rakaat satu salam seperti halnya mengerjalan shalat subuh (tanpa doa iftitah dan qunut).

Shalat Tahajud boleh dilakukan sebanyak-banyaknya tidak terbatas dengan aturan dua rakaat satu salam.

Setelah salam disunnahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa Shalat tahajud.

Doa Shalat Tahajud

Rasulullah juga mengajarkan doa khusus untuk Shalat tahajud. Yakni doa Shalat tahajud yang dibaca sebagai doa iftitah:

Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad)

Jokowi Luncurkan Produk VCO Organik Karya Peneliti Unsrat, Berkhasiat Cegah Covid-19

Penjelasan Ustad Abdul Somad., LC, MA tentang malam Lailatul Qadar

Melansir TribunStyle.com berjudul "Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan, Lengkap Ceramah UAS"

Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang tepat untuk memohon ampun kepada Allah SWT di 10 hari terakhir.

Pasalnya doa yang dipanjatkan di malam Lailatul Qadar dipercaya lebih baik dari seribu bulan.

Lalu kapan jatuhnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan tahun ini?

Menurut tausyiah dari Ustaz Abdul Somad (UAS) yang diunggah saluran Tafaqquh video pada Kamis (23/5/2019).

UAS menjelaskan jika malam Lailatul Qadar jatuh pada malam bulan Ramadhan.

"Ada yang berpendapat malam yang pertama, ketiga, kelima. Ada pula pendapat pada malam Nuzulul Qur'an di malam 17," jelas UAS.

Kemudian ada pula yang berpendapat untuk mencari pahala Lailatul Qadar di 10 hari terakhir.

"Lalu malam yang mana 10 hari terakhir? makanya dipersempit lagi di malam 21, 23, 25, 27, dan 29," lanjut UAS.

Karena terlalu banyak pendapat, UAS menyebutkan jika hikmah dari semuanya adalah untuk tidak menyia-siakan setiap malam di bulan Ramadhan.

Namun banyak yang menekankan jika malam Lailatul Qadar jatuh di akhir bulan Ramadan.

UAS menjelaskan jika penekanan di akhir-akhir bulan Ramadan karena agar umat muslim tidak melupakan itikaf.

"Kenapa di akhir-akhir? karena kalau tidak ditekankan ada malam Lailatul Qadar pikirannya mulai bercabang. Pakaian, kue, dan lain sebagainya, oleh karena itu Rasulullah tidak pernah meninggalkan itikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan," lanjut UAS.

Bila Anda merasakan tanda-tanda tersebut dan yakin bahwa itu adalah malam Lailatul Qadar, maka segeralah membaca doa berikut.

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."

Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.

Doa tersebut berdasarkan riwayat hadits Ibnu Majah.

(Abdullah Faqih/Surya.co.id)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Mengejar Lailatul Qadar di Malam ke 29 Ramadhan 1441: Bacaan Lengkap dan Tata Cara Shalat

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved