Breaking News:

Kilas Balik

21 Mei 1998 - Permintaan Maaf Soeharto Sebelum Bj Habibie Diambil Sumpah

Kamis 21 Mei 1998, waktu menunjukan pukul 09.00 WIB. Presiden Soeharto beriri di depan muka mikrofon, hendak membacakan pidato pengunduran dirinya.

Editor: Rizali Posumah
COMMONS.WIKIMEDIA.ORG
Presiden Soeharto saat mengumumkan mundur dari jabatannya di Istana Merdeka, pada 21 Mei 1998. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pagi itu, Kamis 21 Mei 1998, Istana Merdeka Jakarta telah dipenuhi dengan para pejabat negara. 

Waktu menunjukan pukul 09.00 WIB. Presiden Soeharto beriri di depan muka mikrofon.

Matanya tertuju pada sejumlah lampiran kertas yang dipegang kedua tangannya.

Perlahan, ia mulai membacakan pidato dengan suara serak.

Sementara, di sekitarnya, berdiri sejumlah pejabat negara lainnya. Mulai dari Wakil Presiden BJ Habibie hingga Ketua MPR/DPR Harmoko.

Mereka tampak khidmat mendengarkan pidato kali terakhir Soeharto sebagai pimpinan negara.

Ini sekaligus menjadi catatan bersejarah bangsa Indonesia dengan lahirnya momen peralihan kekuasaan dari Soeharto ke Bacharuddin Jusuf Habibie.

Klimaks dari pidato tersebut adalah pengunduran diri Soeharto sebagai presiden usai berkuasa selama 32 tahun.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto dikutip dari dokumentasi Kompas.

Sesuai pasal 8 UUD 1945, maka Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan presiden sekaligus Mandataris MPR 1998-2003.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved