Update Virus Corona Sulut
Prof Grace: Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Kematian Pasien Covid-19
Pengamat Kesehatan Sulut Prof Grace Kandou menyebut mulai meningkatnya angka kematian pasien Covid-19 di Sulawesi Utara
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Kesehatan Sulut Prof Grace Kandou menyebut mulai meningkatnya angka kematian pasien Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) karena dipicu dengan adanya Komorbid atau Penyakit Penyerta pada pasien tersebut, hal ini menurutnya, semakin memperparah pasien Covid itu sendiri, seperti sakit jantung atau gagal fungsi jantung, gagal ginjal dan lain sebagainya.
"Ada juga pasien datang ke RS Rujukan sudah terlambat, masuk RS sudah pada tahap advanced sesak napas dan akhirnya mengalami gagal napas sehingga tidak tertolong lagi nyawanya," ungkap Kandou kepada Tribun Manado.
Dirinya menjelaskan, dari pengamatannya, sebenarnya pasien sudah merasa ada keluhan sekian lama, namun masih bisa ditahan karena hanya sekedar gejala seperti Flu biasa, tapi ketika timbul gejala yang semakin memberat dan sukar bernapas barulah mereka terpaksa minta pertolongan ke Rumah Sakit.
Disini kesiapan tenaga kesehatan dan peralatan di Rumah Sakit juga harus selalu siap untuk menangani pasien secara langsung dan cepat melakukan diagnosis dini.
"Tapi saya kira fasilitas dan alat medis sudah memadai pada umumnya di Sulut, hanya perlu penanganan lebih dini supaya semakin baik prognosisnya atau tingkat kesembuhannya," papar Kandou.
Dirinya juga berharap masyarakat jika ada keluhan dan gejala mengarah ke Covid-19 seyogyanya segera datang berobat, jangan menunda untuk mencari pengobatan di Fasilitas Kesehatan.
"Perhatikan gejala awalnya, karena kadang bervariasi seperti Flu biasa batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, rasa lemas, panas sampai sesak napas," jelasnya.
Terkait dengan lonjakan pasien positif di Sulut yang kian meningkat, dirinya sudah memprediksi sebelumnya, karena sekarang diagnosa pasti sudah semakin cepat waktunya, karena untuk pemeriksaan Swab sudah punya Lab sendiri di Sulut jadi cepat dapat hasilnya.
"Jadi bisa semakin cepat ditemukan kasus Covid-19 ini, karena semakin cepat untuk dilakukan pelacakan terhadap Kontak Erat keluarganya termasuk lingkungannya," terang Prof Grace.
Bagi masyarakat yang terkait dengan Klaster berisiko seperti Klaster Pinasungkulan Karombasan, Klaster Gowa, untuk dengan sadar datang ke Posko Pemeriksaan yang dibuka di Pasar ada beberapa pos agar dimanfaatkan untuk pemeriksaan. Justru pembukaan langsung Pos Pemeriksaan di Pasar tersebut adalah untuk membantu masyarakat agar bisa terdeteksi dengan cepat penularannya.
"Terutama pedagang yang ada di Pasar tersebut, tolong jangan pindah tempat untuk berdagang, tetap pada tempat semula agar dapat diidentifikasi dengan baik oleh petugas kesehatan baik dari Puskesmas maupun dari Dinkes Kota Manado," jelas Kandou.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk saling mengerti dengan program penanganan covid-19 yang ada, bila dianjurkan untuk dilakukan isolasi/karantina di rumah singgah yang telah disiapkan Pemda, janganlah melawan karena semua itu demi kebaikan kita bersama untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19.
"Mari kita bekerjasama dan bertanggung jawab untuk mencapai goal kita bersama supaya pandemi ini cepat teratasi dan cepat berlalu, Pemerintah juga dalam hal ini instansi yang terkait untuk melakukan pengawasan yang rutin dan perlu ketegasan dalam menerapkan aturan Covid-19 di daerah kita," pungkas Kandou. ( Tribunmanado/Mejer Lumatow)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/grace-kandou_20180227_085440.jpg)