Ramadan 2020
Jelang Lebaran, Warga Bolmong Serbu Pegadaian
Aktivitas di kantor unit pegadaian cabang Lolak, Bolmong meningkat pesat jelang lebaran.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Aktivitas di kantor unit pegadaian cabang Lolak, Bolmong meningkat pesat jelang lebaran.
Amatan Tribun Manado Rabu (20/5/2020) pagi, warga mengantre masuk ke dalam kantor pegadaian Lolak
di pasar Lolak.
Sampai kantor tutup yakni pukul 12, masih saja banyak warga yang datang.
Yadi warga Lolak mengaku ingin menebus gelang emasnya.
"Gelang itu saya gadai saat mengerjakan sawah beberapa bulan lalu.
• Dinkes Bolmut Ketambahan 17 Dokter Umum, Kadis Kesehatan Berikan Arahan dan Motivasi
Kini sudah panen, ada uang jadi saya akan menebusnya," kata dia.
Sementara Malik warga lainnya datang untuk gadaikan cincin emasnya.
Ia butuh uang untuk merayakan lebaran.
"Saya butuh uang untuk belanja lebaran," kata dia.
Ia mengaku usahanya di pasar kembang kempis selama masa covid-19.
• Ini Riwayat Perawatan Pasien Positif Covid-19 Asal Minsel yang Meninggal
Pembeli menurun drastis. "Untuk memenuhi kebutuhan lebaran, pilihannya cuma gadai barang," kata dia.
Paula, Pengelola UPC Lolak menyatakan, terjadi peningkatan aktivitas warga yang menebus dan menggadaikan
barang jelang lebaran.
"Meningkat pesat ketimbang hari biasa," kata dia.
Sebut Paula, jumlah warga yang menebus lebih banyak daripada menggadaikan.
Namun aktivitas menggadaikan juga tinggi.
• Satu Warga Tompaso Barat Dinyatakan Positif Covid-19
"Untuk jumlahnya sudah direkap langsung di kantor kotamobagu," beber dia.
Menurut dia, faktor panen jadi penyebab banyak warga menebus barang.
Barang tersebut selama ini jadi objek untuk digadaikan di masa sulit.
"Mereka enggan kehilangan barang tersebut, ada uang langsung ditebus," kata dia.
Banyaknya warga yang menggadaikan barang, beber dia, sudah mentradisi jelang lebaran.
Ungkap dia, barang yang digadaikan umumnya perhiasan emas.
• Dispertan Minahasa, Bank SulutGo dan PT Petrokimia Kayaku Ajak Petani Semangat Menanam Padi
"Paling banyak gelang," kata dia.
Ia bercerita ada seorang ibu yang menggadaikan gelang enam lapis miliknya. (art)