Pendidikan

Hadapi Bonus Demografi dan Era 4.0, Kemendikbud Luncurkan Kebijakan Kampus Merdeka

"Indonesia 20 tahun kedepan ini memasuki proses demografi tersebut dan ini menjadi peluang serta tantangan dunia pendidikan," ujar Nizam.

Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim Luncurkan Konsep Kampus Merdeka 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan dalam 20 tahun ke depan Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

Menghadapi hal tersebut, tentu dunia pendidikan Indonesia menghadapi tantangan.

"Indonesia 20 tahun kedepan ini memasuki proses demografi tersebut dan ini menjadi peluang serta tantangan dunia pendidikan," ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Nizam mengatakan dampak dari transformasi yang sangat cepat ini, dunia kerja terdisrupsi dengan sangat signifikan.

Banyak lapangan kerja yang hilang dan baru lahir. Kebijakan Kampus Merdeka, menurut Nizam diluncurkan oleh Kemendikbud untuk menjawab tantangan tersebut.

“Bagaimana kita mendidik dan menyiapkan mahasiswa ketika mereka nanti lulus dan menjadi tantangan berat bagi perguruan tinggi karena harus sesuai dengan tantangan zaman," ucap Nizam.

"Hal ini pula yang mendasari lahirnya kebijakan Kampus Merdeka, agar sesuai dengan era 4.0 dan mahasiswanya lahir sebagai insan yang sesuai zaman," tambah Nizam.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan empat kebijakan di lingkup pendidikan tinggi bertajuk 'Kampus Merdeka'.

Kebijakan ini merupakan lanjutan dari konsep Merdeka Belajar yang sebelumnya diterapkan untuk pendidikan dasar dan menengah.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemendikbud Luncurkan Kebijakan Kampus Merdeka untuk Siapkan Mahasiswa Hadapi Era 4.0.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved