Update Virus Corona Dunia

Trump Ancam Putuskan Hubugan, China Ungkap Akan Balas AS yang Lebih Dulu Mengibarkan Bendera Perang

Angka 500 miliar dolar AS merupakan referensi yang jelas untuk ukuran defisit perdagangan AS dengan negara Asia.

REUTERS/TOM BRENNER via KOMPAS.COM
Suasana saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum lama ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ultimatumnya kepada negara China.

Hal tersebut menyusul pernyataan dari para pejabat AS yang kini semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir terkait penyebaran virus corona atau Covid-19.

Bahkan saat ini para pejabat negeri paman sam mengancam akan menjatuhkan sanksi.

Sanksi tersebut untuk menuntut atau menetapkan tarif baru untuk China yang diduga melakukan kesalahan penanganan terhadap krisis virus corona.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (15/5/2020), China pun langsung bereaksi, negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu telah memperingatkan bahwa mereka akan membalas tindakan AS yang lebih dulu mengibarkan bendera perang.

Trump menegaskan bahwa AS bisa saja sepenuhnya memutuskan hubungan diplomatik dengan China karena krisis ini, dan menghemat setengah triliun dolar AS.

"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, kita bisa memutus seluruh hubungan kita dengan China. Sekarang jika anda melakukannya, apa yang akan terjadi? Anda akan menghemat 500 miliar dolar AS, ini terjadi tentunya jika anda memutuskan seluruh hubungan," ujar Trump, saat berbicara kepada Fox News pada Kamis pagi waktu setempat.

Bahkan ia menyampaikan hal ini kepada negara lainnya dan menyebut ada negara lain yang juga memiliki 'pola' seperti China.

"Lihat pada titik apa dan saya sudah mengatakan ini selama bertahun-tahun, saya mengatakannya dengan negara-negara lain juga. Anda tahu, China bukan satu-satunya negara yang menipu kita," tegas Trump.

Angka 500 miliar dolar AS merupakan referensi yang jelas untuk ukuran defisit perdagangan AS dengan negara Asia.

Saat ditanya apakah ia telah berbicara dengan Xi Jinping baru-baru ini, Trump mengatakan bahwa belum ada perbincangan dengan orang nomor 1 di China itu.

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik (dengan Xi), tetapi saat ini saya tidak ingin berbicara dengannya," papar Trump.

Halaman
123
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved