Update Virus Corona Bolmong
Terjebak di Lolak, Pendatang Makassar Ini Enggan Terima Sembako, Pilih Jualan Masker Sambung Hidup
Iwan bukan tipe mudah menyerah. Ia putar otak untuk mencari cara hidup di tengah pendemi Covid-19. cara terbaik ia peroleh, yakni jualan masker
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Iwan termasuk 'perantau sial'. Warga Makassar, Sulawesi Selatan ini datang ke Lolak, ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk mengadu nasib di pasar malam.
Wabah Covid-19 membuat pasar malam itu tak jalan.
Sialnya ia tak bisa balik ke Makassar gara-gara sudah PSBB.
Iwan bersama sang istri pun terkatung-katung di Lolak.
Namun Iwan bukan tipe mudah menyerah. Ia putar otak untuk mencari cara hidup di tengah pendemi Covid 19.
Setelah memeras otak sekian lama, cara terbaik ia peroleh, yakni jualan masker.
• Siswi SMP Bunuh Bocah Ternyata Korban Pelecehan Seksual oleh 3 Orang Terdekat, Kini Hamil 14 Minggu
Ia memilih jadi penjual masker. "Saya pikir pasti banyak orang perlu barang ini," kata dia.
Sesungguhnya ada jalan lebih mudah. Minta sembako. Meski bukan warga Lolak, ia punya hak dapat
sembako sebagai warga negara indonesia.
Jika saja ia memberitahu ke pemerintah setempat. Tapi jalan itu tak ia pilih.
"Saya tak ambil sembako, lebih baik saja bekerja. Saya tahu bahwa pemerintah juga susah. Tak mungkin
pemerintah bisa terus menerus memberi bantuan pada rakyat, kasihan juga pemerintah," katanya.
Masker ia jajakan di pusat kota Lolak.
• Aura Kasih Tak Takut Berpose dengan Ular, Unggahannya Jadi Sorotan
Semasker ia jual Rp 10 ribu. "Penjual masker sangat banyak. Saya harus bersiasat
dengan jual murah," katanya.
Dalam sehari ia bisa jual 30 masker. Di awal pendemi Covid-19, bisa dijualnya hingga
50 masker.
"Jumlah pembeli berkurang," kata dia.
Dalam sehari ia berhasil meraup Rp 50 hingga Rp 60 ribu. Jumlah itu cukup
untuk membiayai kehidupannya sehari hari di Lolak.
"Setiap pekan saya bisa kirim uang ke anak saya di Makassar," katanya.
• Pernyataan Terbaru dari WHO Mengenai Virus Corona atau Covid 19 di Dunia
Dia berharap pendemi Covid-19 segera berlalu agar ia bisa kembali bekerja di
pasar malam kemudian pulang makassar.
Hidupnya yang asli ada di pasar malam.
"Saya bekerja di mainan pancingan, luar biasa rasanya, sehari saya bisa dapat 80 ribu," katanya. (art)
• Pasien yang Sudah Dinyatakan Negatif kembali Positif Covid 19, Pertama Kali Terjadi di Indramayu