Breaking News:

Pemerintahan Indonesia

Singgung Jokowi Lengser, Refly Harun: Bisa Saja Tapi Tak Mudah Seperti Zaman Bung Karno dan Gus Dur

Menurut Refly Harun, proses pemberhentian presiden saat ini tidak semudah dulu dan harus melalui mekanisme yang panjang.

Editor: Frandi Piring
Facebook Blontank Poer
Potret Mantan Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Joko Widodo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat politik sekaligus ahli hukum tata negara Refly Harun menyoroti pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Refly Harun bahkan membahas proses pemberhentian presiden.

Dikutip TribunWow.com, hal itu disampaikan Refly Harun melalui kanal YouTube Refly Harun, diunggah Senin (11/4/2020).

Menurut Refly Harun, proses pemberhentian presiden saat ini tidak semudah dulu dan harus melalui mekanisme yang panjang.

Awalnya, ia membahas Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 Pasal 169 huruf (J) yang membahas perbuatan tercela.

Pembahasan itu muncul saat ada yang menanyakan tentang asas pemberhentian presiden melalui beberapa alasan, termasuk melakukan perbuatan tercela.

"Perbuatan tercela itu melakukan perbuatan yang melanggar norma susila, norma adat, dan norma agama. Banyak sekali normanya," jawab Refly Harun.

"Seperti contohnya judi, mabuk, zina. Ini tidak limitatif sesungguhnya," lanjut dia.

Pakar hukum Tata Negara Refly Harun.
Pakar hukum Tata Negara Refly Harun. (Youtube Refly Harun)

Ia melanjutkan penjelasan tentang perbuatan tercela yang dapat menjadi alasan untuk menjatuhkan presiden.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved