Berita Tomohon

Hari Libur, Suasana Pasar Beriman Wilken Tomohon Sunyi

Dampak merebaknya virus corona, kian terasa bagi para pedagang Pasar Beriman Wilken Tomohon.

Tribun Manado / Hesly Marentek
Suasana di Pasar Beriman Wilken Tomohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Dampak merebaknya virus corona, kian terasa bagi para pedagang Pasar Beriman Wilken Tomohon.

Bahkan dua bulan sejak diberlakukannya sosial distancing dalam rangka pencegahan virus corona, situasi di Pasar Beriman Wilken Tomohon berubah drastis.

Dari pantauan, tribunmanado.co.id, Kamis (7/5/2020) pagi, meski hari libur suasana aktivitas pasar tampak sunyi dari para pembeli yang datang.

"Sudah bedah dengan yang lalu, karena semenjak adanya virus corona, pembeli sudah berkurang karena banyak yang mungkin takut ke pasar," kata salah Hanny Polii, Pedagang Daging Babi asal Kelurahan Kamasi, Kamis (7/5/2020).

Ojek Perahu Laut Tambangan di Manado Berumur Puluhan Tahun, Begini Kisahnya

Dampaknya berkurangnya pembeli sangat terasa dari penurunan pendapatan per hari.

"Bisanya jam begini satu ekor sudah habis. Tapi ini lihat saja sendiri kan masih banyak," tukasnya.

Untuk itu, demi mensiasti penjualannya terpaksa dilakukan pemotongan harga dari biasanya.

Korban Lakalantas di Molibagu Terlempar Hingga 100 Meter

"Biasanya Rp 50-55 ribu per kilogram, namun ini terpaksa harus dijual Rp35 ribu per kilogram. Hitung-hitung masih sedikit untung lebih dari pada tidak sama sekali," pungkasnya.

Hal yang sama juga turut dikatakan, Armando Sumual, pedagang sayuran yang merasakan betul virus corona, terhadap penjualannya.

"Biasanya libur begini banyak pedagang. Tapi ini masih kalah dengan hari biasa sebelum adanya corona," singkatnya. (hem)

Umat Buddha Sulut Ibadah Waisak Secara Virtual di Rumah

Penulis: Hesly Marentek
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved